PARADAPOS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, gabungan petugas keamanan dari TNI AU, Bea Cukai, dan instansi terkait menggelar operasi ketertiban di Bandara Internasional Sjamsudin Noor, Banjarbaru. Operasi yang digelar Jumat lalu ini berhasil mengamankan sejumlah rokok ilegal tanpa cukai dari seorang pengendara mobil. Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus penumpang di pintu gerbang udara Kalimantan Selatan tersebut.
Sinergi Antarinstansi di Pintu Bandara
Operasi yang bertajuk "Waspada Wira Garuda" ini melibatkan unsur gabungan yang cukup lengkap. Satpom Lanud Sjamsudin Noor berkolaborasi dengan Bea Cukai Banjarmasin, Avsec bandara, serta Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru. Pemeriksaan difokuskan pada kendaraan yang memasuki kawasan bandara, sebuah titik krusial yang sering menjadi celah untuk pelanggaran. Kegiatan ini digelar berdasarkan perintah langsung Komandan Lanud Sjamsudin Noor, menunjukkan tingkat kepentingan dan keseriusan operasi tersebut dalam menyambut momen mudik yang padat.
Temuan Rokok Ilegal dalam Pemeriksaan
Dalam pelaksanaannya di area terminal keberangkatan, kewaspadaan petugas membuahkan hasil. Mereka berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti berupa rokok tanpa cukai atau rokok ilegal dari dalam sebuah mobil. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya penyelundupan masih berusaha mencari celah, termasuk melalui area bandara yang seharusnya terkendali ketat.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengonfirmasi pengamanan barang bukti tersebut. "Barang tersebut selanjutnya diamankan oleh petugas Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya melalui keterangan resmi yang diterima dari Puspen TNI.
Target Jangka Panjang: Kesadaran dan Sinergi
Lebih dari sekadar razia, operasi gabungan ini memiliki tujuan yang lebih mendalam. Di satu sisi, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan bandara, untuk mematuhi aturan yang berlaku. Di sisi lain, operasi menjadi media yang efektif untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga. Kerja sama yang solid antara unsur militer, kepabeanan, keamanan penerbangan, dan transportasi darat ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif, terutama di fasilitas vital seperti bandara internasional. Dengan pendekatan ini, kelancaran dan ketertiban aktivitas penerbangan serta lalu lintas di kawasan bandara diharapkan dapat terus terjaga, tidak hanya saat puncak arus mudik tetapi juga secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
10 Buku Termahal di Dunia, dari Naskah Joseph Smith hingga Catatan Leonardo da Vinci
Surabaya Siap Gelar HGI City Cup 2026, Perpaduan Turnamen Domino dan Pemberdayaan UMKM
19 Pegawai ESDM Jatim Kembalikan Rp707 Juta Hasil Pungli Perizinan Tambang
Bareskrim Tangkap Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Koh Erwin di NTB