Warga Yogyakarta Jalani Puasa Ramadhan Hari ke-20, Imsak Pukul 04.18 WIB

- Senin, 09 Maret 2026 | 19:00 WIB
Warga Yogyakarta Jalani Puasa Ramadhan Hari ke-20, Imsak Pukul 04.18 WIB

PARADAPOS.COM - Umat Muslim di Yogyakarta dan sekitarnya memasuki hari kedua puluh puasa Ramadhan pada Selasa, 10 Maret 2026. Sebagai panduan ibadah, waktu imsak hari ini ditetapkan pada pukul 04.18 WIB, yang menjadi batas dimulainya ibadah puasa sebelum azan Subuh berkumandang sepuluh menit kemudian. Artikel ini juga mengulas anjuran kuat untuk makan sahur beserta dalilnya, serta tata cara niat puasa menurut pandangan para ulama.

Keutamaan Sahur dan Waktu Imsak Yogyakarta

Menjalani puasa Ramadhan tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengikuti sunnah Rasulullah SAW, termasuk dalam melaksanakan sahur. Meski terkadang terasa berat, terutama di saat mengantuk, makan di akhir malam ini memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Anjuran untuk bersahur didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik. Rasulullah SAW secara tegas menganjurkan umatnya untuk makan sahur, sekalipun hanya dengan porsi yang sangat sederhana.

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”

Sabda ini menegaskan bahwa sahur merupakan pembeda antara puasa umat Islam dengan ahli kitab. Keberkahan yang disebutkan bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual, menyiapkan hati dan tubuh untuk menjalani ibadah seharian penuh. Waktu sahur sendiri merupakan saat yang mustajab untuk berdoa dan bermunajat, menambah kekhusyukan sebelum terbitnya fajar.

Jadwal Imsak dan Subuh 10 Maret 2026

Bagi masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, batas akhir untuk makan dan minum—atau waktu imsak—hari ini jatuh pada pukul 04.18 WIB. Ibadah puasa kemudian dimulai, dengan azan Subuh yang akan dikumandangkan pada pukul 04.28 WIB. Perhitungan waktu ini menjadi acuan penting agar ibadah puasa dapat dilakukan secara sempurna, sesuai dengan ketentuan syariat.

Panduan Niat Puasa Ramadhan

Selain memperhatikan waktu, kesempurnaan puasa juga ditentukan oleh niat. Dalam mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, niat merupakan salah satu rukun puasa. Artinya, tanpa niat yang benar, puasa seseorang tidak sah secara hukum.

Penting untuk dipahami bahwa hakikat niat terletak di dalam hati, bukan sekadar pengucapan lisan. Meski lafal niat bisa membantu memantapkan hati, kesungguhan untuk berpuasa karena Allah SWT-lah yang menjadi pokok utamanya. Berikut adalah lafal niat puasa Ramadhan yang dapat dibaca saat sahur:

“Nawaitu shouma ghodin ‘an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta’aala.”

Lafal tersebut berarti, “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT.”

Dengan memahami jadwal, keutamaan sahur, dan tata cara niat, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa di hari ke-20 Ramadhan ini dengan lebih khusyuk dan sempurna. Wallahu A'lam.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar