Menteri Parekraf Dukung NTB Kembangkan Ekonomi Kreatif lewat Sertifikasi EO dan Data Center Hijau

- Selasa, 10 Maret 2026 | 19:50 WIB
Menteri Parekraf Dukung NTB Kembangkan Ekonomi Kreatif lewat Sertifikasi EO dan Data Center Hijau

PARADAPOS.COM - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah. Komitmen ini disampaikan dalam audiensi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Jakarta, Selasa (10/3/2026), yang membahas strategi pengembangan, mulai dari sertifikasi event organizer hingga pembangunan pusat data berenergi surya di Mandalika.

Dukungan untuk Lahirkan Event Berbasis Kekayaan Intelektual

Pertemuan di Kantor Kemenparekraf itu berfokus pada upaya menghadirkan lebih banyak kegiatan berbasis kekayaan intelektual (IP) di NTB. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah peningkatan kapasitas pelaku industri melalui program sertifikasi bagi event organizer (EO). Program ini rencananya akan berkolaborasi dengan Indonesia Event Industry Council (IVENDO), asosiasi yang mewadahi pelaku industri acara di tanah air.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi yang berstandar, diharapkan para profesional EO lokal dapat menghelat acara berskala lebih besar, baik nasional maupun internasional. Hal ini pada gilirannya akan menciptakan ruang bagi lahirnya berbagai IP event baru, seperti festival musik, pameran, atau forum seminar yang khas NTB.

“Dengan dukungan pelatihan dan sertifikasi dari IVENDO, para profesional EO di NTB diharapkan mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional,” ujar Riefky.

Pengembangan Talenta Digital dan Infrastruktur Pendukung

Selain sektor event, pembahasan juga menyentuh rencana pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi NTB berencana membuka sekolah pemrograman atau coding bertaraf internasional yang bekerja sama dengan School 42. Program vokasi ini dirancang untuk mencetak talenta digital yang terampil di bidang teknologi dan multimedia, yang menjadi tulang punggung banyak subsektor ekonomi kreatif modern.

Di sisi infrastruktur, Menteri Riefky memberikan apresiasi terhadap rencana pembangunan pusat data (data center) berbasis energi surya di Kawasan Mandalika. Keberadaan infrastruktur digital ini dinilai krusial untuk mendukung ekosistem digital yang lebih tangguh.

“Data center sangat penting untuk mendukung ekosistem digital. Hal ini juga dapat mendorong berkembangnya gig economy dan komunitas digital nomad di Mandalika,” jelasnya.

Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya mengakselerasi ekonomi digital, tetapi juga menarik minat pekerja lepas digital (digital nomad) untuk tinggal dan berkarya dari kawasan strategis tersebut.

Integrasi Tiga Sektor untuk Membangun 'Super Hub'

Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif dukungan dari pusat. Ia memaparkan visi yang lebih luas, di mana NTB tidak hanya mengembangkan sektor-sektor tersebut secara terpisah, tetapi mengintegrasikannya.

Pemprov NTB tengah mendorong kerja sama dengan provinsi tetangga, Nusa Tenggara Timur dan Bali, untuk menciptakan sebuah hub terpadu. Konsep ini bertujuan menyinergikan kekuatan pariwisata, ekonomi kreatif, dan energi terbarukan dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun super hub yang mengintegrasikan pariwisata, ekonomi kreatif, dan energi untuk memperkuat pembangunan nasional,” kata Iqbal.

Audiensi yang berlangsung cukup produktif ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I Kementerian Ekonomi Kreatif, menunjukkan keseriusan dalam membahas langkah-langkah kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di NTB.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar