Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Luncurkan Awan Panas 3,5 Kilometer

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:25 WIB
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Luncurkan Awan Panas 3,5 Kilometer

PARADAPOS.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan dua kali erupsi pada Jumat (20/3/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara, disertai kolom abu yang mencapai ketinggian hingga satu kilometer dari puncaknya. Pihak berwenang langsung mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Rekaman Erupsi dan Data Seismik

Aktivitas vulkanik ini pertama kali terekam sekitar pukul 05.26 WIB oleh kamera pengintai milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Awan panas guguran terlihat bergerak menuju aliran Sungai Besuk Kobokan di wilayah Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo. Data seismograf dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 22 mm yang berlangsung lebih dari lima menit, mengonfirmasi kekuatan guguran material tersebut.

Erupsi pertama menghasilkan kolom abu tebal berwarna kelabu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau 4.676 meter di atas permukaan laut, yang mengarah ke timur laut. Tidak lama setelahnya, tepatnya pukul 06.40 WIB, gunung itu kembali meletus. Erupsi kedua ini memunculkan kolom letusan setinggi 500 meter dengan warna putih hingga kelabu yang bergerak ke utara, terekam seismograf dengan durasi 129 detik.

Imbauan Resmi untuk Masyarakat

Menyikapi dinamika gunung yang masih aktif, BPBD Kabupaten Lumajang secara resmi mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar lereng Semeru. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat material vulkanik yang telah terkumpul berpotensi memicu awan panas guguran susulan yang lebih besar.

“Warga untuk tetap waspada dan tetap menjaga jarak aman. Selain itu agar selalu mengikuti informasih dari pihak berwenang. Mengingat timbunan material vulkanik ini berpotensi menimbukan awan panas guguran lebih besar,” tutur Isnugroho, Kalaksa BPBD Lumajang.

Zona Bahaya dan Status Gunung

Saat ini, status Gunung Semeru tetap berada di Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan rekomendasi pembatasan aktivitas yang harus dipatuhi. Masyarakat dilarang beraktivitas di seluruh sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak Kawah Jonggring Saloko.

Rekomendasi itu juga mencakup area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini dinilai sangat rentan terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar, yang potensial mengalir hingga 17 kilometer dari puncak. Kepatuhan terhadap arahan ini dinilai krusial untuk meminimalisir risiko, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bersifat fluktuatif dan tidak terduga.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar