Kemenkes Ungkap Lebih dari 40% Penduduk Indonesia Kurang Aktif Fisik

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:25 WIB
Kemenkes Ungkap Lebih dari 40% Penduduk Indonesia Kurang Aktif Fisik

PARADAPOS.COM - Gaya hidup kurang gerak atau 'mager' telah berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang nyata, berpotensi memicu penyakit kronis seperti stroke dan serangan jantung pada kelompok usia yang semakin muda. Data terbaru Kementerian Kesehatan mengungkap lebih dari 40% penduduk Indonesia di atas 10 tahun masuk kategori kurang aktif secara fisik, sebuah tren yang patut menjadi perhatian serius bagi semua kalangan.

Riset Mengungkap Skala Masalah yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan temuan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka kurang gerak di tanah air memang memprihatinkan. Lebih dari sepertiga populasi dewasa tidak memenuhi rekomendasi dasar aktivitas fisik, yakni minimal 150 menit per minggu. Padahal, ketidakaktifan fisik ini bukan sekadar soal kebugaran, melainkan pintu masuk bagi berbagai gangguan kesehatan yang kompleks.

Dampak Berantai dari Tubuh yang Terlalu Banyak Diam

Dari perspektif medis, kebiasaan kurang bergerak dalam jangka panjang memicu sederet masalah. Sirkulasi darah melambat dan kekentalan darah meningkat, menciptakan kondisi ideal untuk terjadinya penggumpalan. Situasi ini kemudian berpotensi berkembang menjadi obesitas sentral, diabetes, hipertensi, hingga gangguan fungsi ginjal. Faktor eksternal seperti polusi dan pola makan tidak seimbang semakin memperparah kerusakan pada sel-sel saraf dan otot, mempercepat munculnya komplikasi.

Mengenal Peran Teknologi Laser dalam Pendekatan Kesehatan

Dalam upaya mencari solusi pendukung, teknologi low-level laser therapy (LLLT) mulai banyak dibahas. Teknologi ini memanfaatkan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu, seperti merah, biru, dan kuning, yang diarahkan ke jaringan tubuh. Prinsip kerjanya adalah memberikan stimulasi energi ringan pada tingkat sel.

Seorang perwakilan dari produsen alat Dr Laser menjelaskan, "Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai. Jika Anda punya hipertensi, diabetes, kolesterol, kemungkinan Anda punya penggumpalan darah."

Alat ini umumnya digunakan di pergelangan tangan dengan durasi tertentu per hari. Tujuannya adalah menyinari pembuluh darah dan titik-titik tertentu untuk mendukung kelancaran aliran darah.

Mekanisme dan Cara Penggunaan

Secara teknis, perangkat seperti Dr Laser didesain untuk dipakai di pergelangan tangan, dengan klaim dapat menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur di area tersebut. Penggunaannya disarankan sehari dua kali dengan durasi antara 15 hingga 60 menit.

Dari sisi manfaat yang diklaim, teknologi ini disebut dapat membantu mengoptimalkan fungsi sel darah, mengurai potensi penggumpalan, serta mengubah kolesterol di pembuluh darah menjadi energi. Aliran darah yang lebih lancar diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dan mencegah kekentalan darah.

Sebagai Bagian dari Pola Hidup Sehat yang Komprehensif

Penting untuk ditekankan bahwa perangkat teknologi kesehatan semacam ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti, dari gaya hidup sehat yang fundamental. Aktivitas fisik teratur, pola makan bergizi, dan manajemen stres tetap menjadi pilar utama pencegahan penyakit. Penggunaan alat bantu teknologi bisa dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan yang lebih holistik, baik untuk mereka yang sudah memiliki keluhan maupun sebagai bentuk tindakan pencegahan.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk menggali informasi lebih lanjut, disarankan untuk menghubungi layanan resmi atau menyaksikan tayangan kesehatan seperti program "Go Healthy" di Metro TV dan kanal YouTube terkait untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar