PARADAPOS.COM - Di tengah eskalasi konflik militer yang melanda kawasan, umat Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah dengan khidmat pada Sabtu, 21 Maret 2026. Puluhan ribu jemaah memadati kota suci Mashhad untuk beribadah, sementara di Yerusalem, situasi yang sangat berbeda terjadi: otoritas Israel memberlakukan larangan salat Id di dalam Masjid Al-Aqsa untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, memaksa jemaah Palestina beribadah di jalanan.
Kekhidmatan di Tengah Ancaman di Mashhad
Suasana religius yang khusyuk menyelimuti kota Mashhad pagi itu. Meskipun situasi keamanan nasional berada pada level siaga tertinggi menyusul serangkaian serangan udara, lautan jemaah tetap membanjiri alun-alun kota dan Kompleks Suci Imam Reza. Kehadiran mereka menjadi simbol keteguhan iman di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang memanas sejak akhir Februari, ketika operasi militer gabungan AS dan Israel menargetkan fasilitas strategis Iran.
Sebagai bentuk pembalasan, Iran diketahui telah melancarkan serangan balik ke sejumlah aset milik AS dan Israel di kawasan, dengan dentuman yang dilaporkan terdengar hingga ke negara-negara Teluk. Namun, bagi para peziarah di Mashhad, momentum hari raya tampaknya mengesampingkan segala kekhawatiran, menunjukkan sebuah panorama di mana kehidupan beragama terus berdenyut meski di tengah krisis.
Larangan Paksa dan Ibadah di Jalanan Yerusalem
Berbeda jauh dari suasana di Iran, Kota Yerusalem justru diwarnai dengan ketegangan dan aksi represif. Otoritas Israel memberlakukan larangan ketat bagi umat Muslim untuk melaksanakan salat Id di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, sebuah keputusan langka yang menuai kecaman.
Pasukan keamanan Israel dikabarkan menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan warga Palestina yang berupaya mendekati kompleks suci tersebut, khususnya di area Bab al-Sahrah. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepanikan dan kerumunan jemaah yang berlarian mencari tempat aman dari ledakan dan asap.
Akibat pembatasan paksa itu, ratusan jemaah terpaksa menunaikan salat Id di jalan-jalan dan trotoar di sekitar kompleks Al-Aqsa. Pemandangan ini menyisakan kesan pilu dan menjadi catatan kelam dalam sejarah panjang perlawanan dan ketegangan di kota suci tersebut.
Artikel Terkait
Liverpool Tersandung di Brighton, Ambisi Top Empat Terhambat
Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Brasil Setelah Duel Sengit dengan Di Giannantonio
Stok Beras Nasional Diproyeksi Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan
BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Sejumlah Wilayah Jakarta pada Minggu