PARADAPOS.COM - Seorang oknum anggota TNI berinisial Sertu MB diduga melakukan pencabulan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini diduga terjadi pada pertengahan April 2026 di kediaman pelaku. Ironisnya, saat proses pemeriksaan internal di Kodim berlangsung, terduga pelaku melarikan diri dan kini resmi berstatus buron. Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan perubahan perilaku yang signifikan pada anak tersebut.
Suasana di lingkungan keluarga korban digambarkan mencekam. Trauma mendalam menyelimuti keseharian anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu. Keluarga pun kini lebih fokus pada pemulihan psikologis korban di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Dugaan Pencabulan Berulang oleh Kerabat Dekat
Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, memberikan keterangan yang cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa dugaan pencabulan ini tidak terjadi hanya sekali, melainkan berulang kali. Pelaku diduga memanfaatkan hubungan kekerabatan yang dekat dengan korban.
“Rumah pelaku dekat dengan sekolah korban. Karena masih kerabat, korban sering singgah sepulang sekolah. Situasi itu dimanfaatkan pelaku,” jelas Andre dalam pernyataannya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Andre, lingkungan rumah yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi lokasi terjadinya kekerasan. Pengakuan korban, lanjutnya, diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.
“Dari pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan berkali-kali. Hasil visum juga mengonfirmasi adanya kekerasan,” tegas Andre.
Keluarga Korban Desak Keadilan dan Perlindungan
Tante korban, VN, mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan seksual ini pertama kali terkuak setelah pihak keluarga melihat perubahan perilaku yang drastis pada anak tersebut. Pemeriksaan awal pun segera dilakukan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi kuat adanya dugaan pencabulan,” ujar VN kepada wartawan.
VN menambahkan bahwa kondisi korban saat ini sangat memprihatinkan. Trauma berat yang dialami membuat anak tersebut membutuhkan pendampingan psikologis secara intensif. Harapan keluarga kini tertuju pada aparat penegak hukum.
“Kami ingin keadilan tetap ditegakkan, meskipun pelaku saat ini masih buron,” ucap VN dengan nada penuh harap.
Pelaku Kabur Saat Interogasi, TNI Terbitkan DPO
Pihak TNI membenarkan adanya kasus ini. Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Danny Ap Girsang, mengungkapkan bahwa terduga pelaku sempat mengakui perbuatannya saat interogasi awal di tingkat satuan.
“Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pelecehan dengan cara memegang. Namun ini masih hasil pemeriksaan awal, belum penyidikan resmi,” ungkap Danny, Kamis (30/4/2026).
Danny menambahkan, pihaknya masih mendalami intensitas kejadian, termasuk kemungkinan aksi tersebut dilakukan lebih dari satu kali, mengingat adanya hubungan dekat antara pelaku dan korban.
Namun, proses hukum sempat terkendala. Sertu MB melarikan diri saat menjalani pemeriksaan di Kodim. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan hal tersebut.
“Belum sempat diserahkan ke Denpom, yang bersangkutan melarikan diri saat interogasi di satuan,” jelas Haryadi.
Saat ini, Kodim 1417/Kendari telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Sertu MB. Denpom XIV/3 Kendari turut melakukan pengejaran berdasarkan surat tersebut.
“Kami membantu pencarian berdasarkan DPO yang diterbitkan oleh satuannya,” tambah Haryadi.
Pihak TNI menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer. Penegakan hukum yang transparan dan tegas menjadi tuntutan utama, tidak hanya dari keluarga korban, tetapi juga dari publik yang menanti kepastian keadilan.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Umumkan Keluarga Besarnya Tak Akan Bertemu Maia Estianty Lagi Usai Pernikahan El Rumi
Mensos Gus Ipul Bantah Mark Up Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat, Rincian Anggaran Rp700 Ribu Per Pasang untuk Tiga Jenis Alas Kaki
Pengajar Ponpes di Pati Tersangka Pencabulan Anak dan Pemerasan Santri
Pengasuh Ponpes di Pati Mangkir dari Panggilan Polisi, Diduga Kabur Usai Cabuli Puluhan Santriwati