United Tractors Alokasikan Rp 2 Triliun untuk Buyback Saham

- Selasa, 31 Maret 2026 | 20:00 WIB
United Tractors Alokasikan Rp 2 Triliun untuk Buyback Saham

PARADAPOS.COM - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana strategis untuk membeli kembali sahamnya sendiri (buyback) senilai hingga Rp 2 triliun. Aksi korporasi ini, yang akan berlangsung dalam periode tiga bulan, ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Rencana tersebut telah disampaikan secara resmi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan akan didanai sepenuhnya dari kas internal perusahaan yang kuat.

Detail Rencana dan Batasan Buyback

Melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan di BEI, manajemen UNTR merinci skema buyback ini. Nilai maksimal yang dialokasikan adalah Rp 2 triliun, dengan jumlah saham yang dibeli tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan juga menjamin bahwa pasca-buyback, saham yang beredar di publik (free float) akan tetap minimal 7,5%, sehingga likuiditas perdagangan di pasar tetap terjaga.

Manajemen UNTR menegaskan bahwa langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap pasar modal Indonesia. "Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia," jelasnya dalam pengumuman resmi.

Dampak terhadap Kesehatan Keuangan Perusahaan

Yang menarik dari rencana ini adalah keyakinan perseroan bahwa aksi buyback ini tidak akan mengganggu kinerja operasional maupun fundamental keuangan UNTR. Hal ini didasari oleh posisi kas dan modal perusahaan yang dinilai sangat memadai. Dana buyback akan bersumber dari kas internal, bukan dari pinjaman atau hasil penerbitan saham baru, yang menunjukkan kekuatan likuiditas perusahaan.

"Karena perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional, serta pembelian kembali saham," tegas manajemen lebih lanjut.

Proyeksi Perubahan Indikator Keuangan

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2025, UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp 15,2 triliun dengan total aset Rp 177,6 triliun. Jika seluruh dana buyback Rp 2 triliun digunakan, diperkirakan total aset akan sedikit menyusut menjadi Rp 175,6 triliun dan ekuitas berkurang dari Rp 103,1 triliun menjadi Rp 101,1 triliun.

Namun, dari sisi laba per saham (EPS), justru terlihat peningkatan. EPS diproyeksikan naik dari Rp 4.082 menjadi sekitar Rp 4.237 per saham setelah buyback, karena jumlah saham beredar yang berkurang. Perseroan menilai perubahan-perubahan ini tidak signifikan terhadap kondisi keuangan secara keseluruhan.

Masa Depan Saham Treasuri dan Harapan Manajemen

Setelah periode buyback yang ditetapkan dari 1 April hingga 30 Juni 2026 berakhir, saham yang berhasil dibeli kembali akan dikategorikan sebagai saham treasuri. Saham ini tidak akan dihapuskan, melainkan disimpan dengan opsi untuk dialihkan kembali di masa depan, misalnya jika perusahaan membutuhkan tambahan modal dengan cara yang lebih efisien.

Secara keseluruhan, langkah ini diharapkan dapat menjadi sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap prospek perusahaan. Di tengat kondisi pasar yang kerap bergejolak, buyback dianggap sebagai langkah nyata untuk menopang harga wajar saham sekaligus merefleksikan keyakinan akan fundamental bisnis yang solid di masa mendatang.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar