PARADAPOS.COM - Festival budaya Lebaran Betawi akan kembali digelar pada 10 hingga 12 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acara tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama organisasi masyarakat Betawi ini menargetkan kunjungan hingga 20 ribu orang, termasuk wisatawan asing, dengan serangkaian pertunjukan seni, kuliner, dan tradisi khas.
Ajakan Meriahkan Tradisi ke-18
Menjelang penyelenggaraan yang ke-18 sejak dimulai pada 2008, panitia telah mulai menyebarkan undangan kepada publik. Ketua Umum Bamus Betawi, Riano P Ahmad, secara khusus mengajak warga untuk turut memeriahkan gelaran kali ini.
"Alhamdulillah, Lebaran Betawi 2026 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-18. Kami mengajak Abang dan Mpok serta seluruh warga untuk meramaikan dan memeriahkan acara ini," tuturnya.
Dengan gaya khas yang komunikatif, ia juga menyampaikan ajakan melalui pantun. "Dari Buaran ke Ciawi, jangan lupa datang ke Lebaran Betawi," ucap Riano.
Rangkaian Acara Tiga Hari Penuh Budaya
Lebaran Betawi 2026 dirancang sebagai perayaan tiga hari yang padat dengan aktivitas budaya dan keagamaan. Hari pertama, 10 April, akan diisi dengan kegiatan doa bersama, pengajian, dan tausiah yang menandai awal perayaan.
Esoknya, pada 11 April, Lapangan Banteng akan hidup dengan berbagai pertunjukan. Ondel-ondel, seni bela diri silat, dan lawakan lenong Betawi akan menghibur pengunjung dari siang hingga malam. Puncak acara pada 12 April diisi dengan senam pagi, karnaval budaya yang meriah, prosesi hantaran, serta tentunya, ragam kuliner Betawi yang autentik.
Lebih Dari Sekadar Pesta Rakyat
Di balik kemeriahannya, para penyelenggara menekankan makna mendalam dari acara ini. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa Lebaran Betawi memiliki peran strategis dalam memelihara identitas kota.
"Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, serta melestarikan nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta," jelasnya.
Pernyataan senada disampaikan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, yang menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur. "Tradisi ini menjaga ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi. Salah satu tugas kami adalah menjaga marwah tersebut," ungkap Fauzi.
Dukungan untuk UMKM dan Tema Persatuan
Tahun ini, perayaan mengusung tema penguatan persatuan dalam merawat tradisi menuju kota global. Sebagai bagian dari implementasi tema tersebut, akan diselenggarakan bazar yang memfasilitasi pemasaran produk-produk UMKM lokal. Langkah ini diharapkan dapat memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Jakarta, sekaligus memperkenalkan kekayaan produk daerah kepada pengunjung.
Dengan kombinasi antara pelestarian tradisi, penguatan sosial, dan dukungan ekonomi kerakyatan, Lebaran Betawi 2026 diproyeksikan bukan hanya sebagai destinasi hiburan, tetapi juga sebagai ruang hidupnya kebudayaan Betawi di tengah dinamika Ibu Kota.
Artikel Terkait
Ketua MPR Apresiasi Peran Strategis Muhammadiyah Isi Celah Vital Negara
Peradi Bangun Sarpras Pendidikan dan Ibadah di Sumbar Pascabencana
WHO dan UNICEF Laporkan 214 Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Sudan, Lebih dari 2.000 Tewas
Pemkot Tangsel Minta Maaf dan Kerahkan Tim Darurat Atasi Banjir di 21 Titik