PARADAPOS.COM - Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada rencana pertemuan langsung dengan Amerika Serikat dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Pakistan, meskipun Islamabad terus menjalankan peran mediasi untuk meredakan ketegangan. Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa Araghchi tiba di Pakistan untuk bertemu pejabat setempat, bukan untuk berdialog dengan perwakilan AS. “Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan,” ujarnya, menegaskan posisi Teheran yang tetap hati-hati dalam merespons tawaran mediasi.
Mediasi Pakistan Terus Berjalan
Kunjungan Araghchi ini terjadi di tengah peran aktif Pakistan sebagai penengah dalam konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Baqaei menjelaskan bahwa dialog dengan Pakistan merupakan bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk mengakhiri konflik dan memulihkan stabilitas kawasan. Ia tidak menyebutkan secara rinci agenda pembicaraan, namun menekankan bahwa Iran tetap terbuka terhadap komunikasi melalui jalur mediasi.
Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, Gedung Putih sebelumnya mengonfirmasi bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan kembali ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan yang dimediasi. Langkah ini menunjukkan bahwa Washington masih melihat Islamabad sebagai jembatan diplomatik yang potensial, meskipun Iran belum menunjukkan minat untuk bertemu langsung.
Upaya Lanjutan Negosiasi
Pakistan disebut tengah mendorong pembukaan kembali perundingan lanjutan antara Iran dan AS setelah putaran pertama dialog pada 11–12 April di Islamabad. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini. “Saya dapat memastikan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan ke Pakistan lagi besok pagi untuk terlibat dalam pembicaraan langsung, dimediasi oleh pihak Pakistan yang telah menjadi mediator luar biasa sepanjang proses ini, dengan perwakilan dari delegasi Iran,” ungkapnya.
Perkembangan ini terjadi di tengah konflik yang pecah sejak 28 Februari antara Iran dengan AS dan Israel, yang berdampak luas pada stabilitas kawasan dan ekonomi global. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya eskalasi militer, terutama di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Sebagai informasi tambahan, gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sejak 8 April telah diperpanjang tanpa batas waktu sambil menunggu kesepakatan yang lebih luas. Langkah ini memberikan ruang bagi para diplomat untuk terus bernegosiasi tanpa tekanan pertempuran di lapangan. Namun, tanpa adanya pertemuan langsung antara kedua pihak utama, jalan menuju perdamaian masih terlihat panjang dan penuh kehati-hatian.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
150 Perempuan Bikers Meriahkan Hari Kartini di Bandung dengan Kebaya dan Motor
DPR Soroti Data Tahanan dan Overkapasitas Lapas di Morowali
Pria di Bojonegoro Bobol Kotak Amal Empat Masjid, Hasil Curian untuk Judi Online
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka Setengah Hari, Berlaku untuk Perpanjangan SIM A dan C