PARADAPOS.COM - Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia melalui Tourism Malaysia menggelar Sales Mission to Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026, sebagai langkah strategis menyukseskan kampanye Visit Malaysia 2026. Acara ini dihadiri oleh 38 organisasi delegasi Malaysia dan sekitar 180 perusahaan dari Indonesia dalam sesi Business-to-Business Travel Mart. Direktur Promosi Internasional (ASEAN) Tourism Malaysia, Baizuri Baharum, menegaskan bahwa misi ini menjadi jembatan penting untuk memperkenalkan produk dan daya tarik wisata terbaru Malaysia kepada pelaku industri di Indonesia.
Misi Penjualan yang Lebih dari Sekadar Promosi
Suasana di ballroom Hotel Le Meridien pagi itu terasa sibuk namun terorganisir. Para peserta dari kedua negara saling bertukar kartu nama dan brosur, membahas peluang kerja sama di meja-meja yang telah disusun rapi. Baizuri Baharum, dalam pidato sambutannya, menekankan bahwa inisiatif ini bukanlah kegiatan seremonial belaka.
"Platform ini bukan sahaja menjadi wadah perkongsian maklumat terkini secara komprehensif, malah berperanan membuka lebih banyak peluang kerjasama dan pertumbuhan perniagaan yang berimpak tinggi," ujarnya di hadapan para undangan.
Delegasi yang dibawa Malaysia kali ini tergolong besar. Sebanyak 38 organisasi turut serta, mencakup dua perwakilan pemerintah negeri, satu maskapai penerbangan, 10 agen perjalanan wisata, lima grup hotel, empat perwakilan produk destinasi wisata, lima asosiasi industri, tiga penyedia layanan wisata medis, serta delapan agen program Malaysia MySecond Home (MM2H). Komposisi ini menunjukkan keseriusan Kuala Lumpur dalam menggarap pasar Indonesia secara menyeluruh.
Respons Positif dari Pelaku Industri Dalam Negeri
Langkah proaktif ini mendapat sambutan hangat. Sekitar 180 perusahaan atau pembeli dari Indonesia hadir dalam sesi pertemuan bisnis yang berlangsung seharian. Mereka datang dari berbagai latar belakang—mulai dari segmen Corporate Travel, platform perjalanan daring, hingga spesialis wisata medis dan agen potensial untuk program MM2H.
Antusiasme terlihat jelas di setiap sudut ruangan. Para pelaku industri tidak hanya mencari mitra baru, tetapi juga menggali informasi terkini tentang destinasi dan paket wisata yang akan dipasarkan dalam kampanye Visit Malaysia 2026.
Atraksi Unggulan dan Destinasi Alternatif
Selain memfasilitasi transaksi bisnis, Tourism Malaysia juga menyoroti sejumlah agenda atraksi unggulan. Salah satu yang paling dinantikan adalah Rainforest World Music Festival, yang akan digelar pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, festival ini memadukan penampilan DJ internasional dan artis lokal dengan kekayaan seni, budaya, kuliner, serta atraksi elemen air yang interaktif.
Di luar pusat kota, Malaysia memperkenalkan opsi destinasi alternatif seperti Euphoria Garden dan Sculpture Park di Genting Highlands. Tempat ini menawarkan wisata pelarian yang menggabungkan kreativitas seni dengan keindahan alam pegunungan—cocok bagi wisatawan yang ingin mencari suasana berbeda.
Seluruh inisiatif promosi dan penambahan atraksi baru ini dipastikan terintegrasi dalam ekosistem Visit Malaysia 2026. Tujuannya jelas: menjamin pengalaman berlibur yang aman, tertata, dan berkualitas tinggi bagi wisatawan asal Indonesia.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Bakom dan Jubir Presiden, Dudung Abdurachman Gantikan Posisi KSP
Polisi Bekuk WNA di Ancol, 321 Cartridge Vape Berisi Narkotika Jenis Baru Diamankan
Presiden Prabowo Lantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Bakom, Kini Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah dengan Harta Rp261 Miliar
Polisi Dalami Jaringan Sindikat Narkoba di Balik Kasus Penyekapan Anak oleh WNA di Ancol