PARADAPOS.COM - Ratusan pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) mendapat kesempatan langka mengikuti program Istana Tour ke Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam kunjungan edukatif tersebut, para siswa secara langsung bertemu dan bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto di tempat kerjanya. Momen yang awalnya bersifat formal berubah menjadi penuh kehangatan ketika para pelajar spontan menyampaikan rasa kagum dan cinta mereka kepada kepala negara.
Suara Spontan yang Mencairkan Suasana
Begitu memasuki area Istana, para pelajar tampak antusias. Mereka berbaris rapi, namun senyum dan sorot mata mereka sudah tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Ketika Presiden Prabowo menyambut dan menyalami mereka satu per satu, kehangatan langsung terasa.
Suasana semakin mencair ketika seorang pelajar tiba-tiba berseru lantang.
“Bapak, saranghae!” serunya.
Ucapan bernuansa bahasa Korea itu sontak membuat seisi ruangan tersenyum. Belum sempat Presiden merespon kejutan tersebut, pelajar lain menimpali dengan kalimat yang tak kalah mengharukan.
“Bapak, rakyatmu mencintaimu, Pak!” ujar siswa lainnya.
Momen Kebersamaan yang Dibingkai dalam Foto
Presiden Prabowo, yang tampak riang, menyambut setiap ungkapan tersebut dengan senyum lebar. Ia menyalami para siswa satu per satu, bahkan sempat berbincang ringan dengan beberapa di antaranya. Suasana akrab itu kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama, menjadi kenang-kenangan berharga bagi para pelajar asal Jawa Barat tersebut.
Program Edukatif di Pusat Pemerintahan
Istana Tour sendiri merupakan program pemerintah yang dirancang sebagai kunjungan edukatif ke lingkungan Istana Kepresidenan. Program ini menyasar pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak berkeliling, tetapi juga diberi pemahaman tentang peran Presiden dan nilai-nilai kebangsaan secara lebih nyata. Mereka bisa melihat langsung bagaimana pusat pemerintahan bekerja, sesuatu yang sebelumnya mungkin hanya mereka baca di buku pelajaran.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gibran Kecam Keras Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati di Pesantren Pati, Pastikan Hukum Tegas
IDAI: Hoaks Vaksin di Media Sosial Jadi Pemicu Utama Keraguan Orang Tua dan Munculnya KLB Campak-Polio
Orang Tua Korban Kecelakaan SD Pandeglang Fokus Pulihkan Trauma Anak, Belum Pikirkan Tuntutan Hukum
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Dokter Richard Lee hingga 3 Juni 2026