PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa seorang mantan tim sukses Bupati Langkat, Syah Afandin (SAF), pada Pilkada 2024, meraup 85 paket proyek senilai total Rp 10,2 miliar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Orang tersebut adalah Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB). Pengungkapan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026) malam. Seluruh proyek tersebut didapatkan melalui metode pengadaan langsung pada tahun 2025.
Rincian Proyek dan Dugaan Imbalan
Menurut penjelasan Taufik, dari 85 paket proyek yang diterima Yaqub, sebanyak 80 paket berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dengan nilai Rp 9,5 miliar. Sementara itu, lima paket sisanya merupakan proyek di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Langkat senilai Rp 748 juta.
"Pada 2025, YQB selaku pihak swasta sekaligus tim sukses SAF pada Pilkada 2024 mendapat paket pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Langkat melalui metode pengadaan langsung," ujar Taufik dalam konferensi pers.
Namun, di balik perolehan proyek tersebut, terdapat dugaan kesepakatan yang tidak wajar. Sebagai imbalan atas proyek-proyek yang diraihnya, Yaqub diduga harus memberikan sejumlah fee kepada Syah Afandin. Besaran fee yang diminta pun bervariasi, mencapai 10 persen untuk setiap proyek di Dinas Pendidikan dan 17 persen untuk proyek di Dinas Perkim. Praktik ini menjadi sorotan utama dalam penyidikan yang tengah berjalan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin Tersangka Suap Proyek Usai OTT, Uang Tunai dan 55 Kg Platina Disita
KPK: Bupati Langkat Terima Rp800 Juta dari Janji Suap Proyek Rp1,1 Miliar
Lima Berita Pilihan: Daya Tarik Alam RI bagi Turis Korsel hingga Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026
Peti Jenazah Ayatollah Khamenei Diperlihatkan ke Publik di Tehran untuk Pertama Kalinya