Menteri Keamanan Israel Unggah Video Aktivis Internasional Berlutut, Picu Kecaman Global

- Rabu, 20 Mei 2026 | 23:25 WIB
Menteri Keamanan Israel Unggah Video Aktivis Internasional Berlutut, Picu Kecaman Global
PARADAPOS.COM - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, pada Rabu (20/5/2026) mengunggah sebuah video yang memperlihatkan perlakuan keras terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah aktivis internasional dalam posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung, sementara dahi mereka menempel ke lantai. Video ini langsung memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak di tingkat internasional, yang mendesak agar para aktivis segera dideportasi.

Menteri Radikal dan Video Kontroversial

Ben Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan radikal di Israel dan kerap melontarkan tindakan kontroversial, membagikan video tersebut melalui akun media sosial X. Dalam unggahannya, ia menyertakan caption "Selamat Datang di Israel" serta memperdengarkan lagu kebangsaan Israel sebagai latar belakang. Tidak hanya itu, ia juga terlihat mencemooh dan mengibarkan bendera Israel di antara para aktivis yang ditahan.

Kronologi Penangkapan dan Lokasi Penahanan

Sekitar 50 kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Gaza, GSF, berlayar dari Turki pada Kamis pekan lalu. Misi ini merupakan upaya terbaru mereka untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza. Namun, pasukan Israel berhasil mencegat dan menangkap seluruh kapal dalam operasi yang berlangsung pada Senin dan Selasa lalu. Kini, para aktivis tersebut ditahan di fasilitas pelabuhan Ashdod.

Jumlah Aktivis yang Ditahan

Pihak berwenang Israel menyatakan bahwa total 430 aktivis dari lebih 30 negara berhasil diamankan. Sebagian besar dari mereka telah tiba di pelabuhan Ashdod dan masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Situasi di lapangan terlihat tegang, dengan pengamanan ketat di sekitar area penahanan. Video yang diunggah Ben Gvir itu pun menjadi sorotan tajam, mengingat posisinya sebagai pejabat tinggi keamanan. Banyak kalangan menilai tindakan tersebut tidak hanya tidak manusiawi, tetapi juga melanggar norma-norma internasional dalam memperlakukan tawanan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini