Daging Kurban Sering Alot? Ini Teknik Tepat Menyimpan, Mencairkan, dan Mengolah agar Empuk

- Rabu, 27 Mei 2026 | 05:25 WIB
Daging Kurban Sering Alot? Ini Teknik Tepat Menyimpan, Mencairkan, dan Mengolah agar Empuk
PARADAPOS.COM - Jakarta, momen Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban. Namun, di balik kegembiraan berbagi, seringkali muncul keluhan klasik: tekstur daging yang alot. Masalah ini umum terjadi akibat adanya jeda waktu antara proses penyembelihan dan pengolahan. Agar hidangan kurban tetap lezat, diperlukan teknik penyimpanan dan pemasakan yang tepat, mulai dari cara memotong hingga proses pencairan daging beku.

Penanganan Awal Sebelum Daging Diolah

Kunci utama mendapatkan daging yang empuk ternyata sudah dimulai sejak tahap persiapan. Pakar Produksi Ternak dari Fakultas Peternakan UGM, Panjono, Ph.D., menekankan bahwa idealnya daging kurban langsung dimasak setelah diterima. Namun, jika terpaksa harus disimpan, ada beberapa langkah krusial yang tak boleh dilewatkan. Salah satu teknik paling sederhana namun efektif adalah memotong daging berlawanan arah serat. Menurut penjelasan dari NU Online, metode melintang ini membuat serat daging terputus, sehingga teksturnya lebih mudah dikunyah setelah matang. Jika daging akan dibekukan, jangan pernah mencucinya terlebih dahulu. Mencuci daging segar justru membuka celah bagi bakteri atau penyakit dari air mentah untuk masuk ke dalam pori-pori daging. Sebagai gantinya, potong atau giling daging sesuai porsi sekali masak, lalu kemas rapat dalam plastik. Sebelum dimasukkan ke freezer, simpan daging terlebih dahulu di chiller bersuhu 2-5 derajat Celcius. Proses ini penting untuk melewati fase rigor mortis (kejang otot) secara sempurna, sehingga struktur daging tetap terjaga. Sementara itu, Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak IPB University, Dr. Tuti Suryati, memberikan panduan khusus untuk daging yang terlihat kotor. Menurutnya, daging dan jeroan harus dipisahkan. Jika ada tanah, pasir, atau rumput yang menempel, bagian tersebut boleh dicuci dengan air bersih mengalir. Namun, setelah dicuci, daging wajib ditiriskan hingga benar-benar kering dan tidak ada air yang menetes sebelum akhirnya dikemas.

Cara Menyimpan dan Mencairkan Daging Beku

Dr. Tuti Suryati menyarankan agar daging dikemas berdasarkan kebutuhan per porsi, misalnya per 250 atau 500 gram, menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Khusus untuk jeroan, sebaiknya direbus atau dimasak terlebih dahulu sebelum disimpan dalam kondisi beku. Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung memasak daging yang masih beku. Praktik ini harus dihindari karena akan membuat tekstur daging menjadi sangat alot. Proses thawing atau pencairan harus dilakukan dengan benar. Daging beku sebaiknya dipindahkan dari freezer ke chiller terlebih dahulu agar mencair perlahan dan merata. Alternatif lain, daging yang masih dalam kemasan rapat bisa direndam dalam air dingin. Bisa juga diletakkan di atas papan besi higienis atau menggunakan microwave. Yang terpenting, jangan pernah melakukan thawing pada suhu ruang tanpa kemasan, dan dilarang keras membekukan kembali daging yang sudah dicairkan.

Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk

Memasak daging kurban membutuhkan strategi khusus. Dr. Tuti Suryati membagikan beberapa tips efektif. Gunakan panas yang cukup saat merebus, memanggang, membakar, atau menggoreng hingga matang sempurna. Namun, hindari memasak daging hingga gosong, terutama saat membuat sate atau daging panggang. Manfaatkan bumbu rempah-rempah yang kaya antioksidan untuk menghasilkan olahan daging yang lebih sehat dan mengurangi risiko karsinogenik. Jika ingin membuat sate yang super empuk, tambahkan parutan nanas atau bungkus daging dengan daun pepaya beberapa saat sebelum dimasak. Enzim alami dari bahan-bahan ini akan memecah protein daging, membuatnya jauh lebih lunak.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar