PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyampaikan kekhawatiran Washington terhadap perkembangan militer China saat menghadiri Konferensi Pertahanan Asia di Singapura. Di tengah ketegangan yang meningkat dengan Iran, Hegseth juga menegaskan bahwa AS tidak menginginkan konfrontasi yang tidak perlu, namun akan mencegah China memaksakan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan ini mencakup pertemuan bilateral dengan mitra pertahanan dari Vietnam, Filipina, dan Malaysia.
Kekhawatiran di Balik Dialog Keamanan
Dalam forum bergengsi tersebut, Hegseth secara terbuka mengungkapkan kegelisahan negaranya terhadap laju modernisasi militer China. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk menjaga stabilitas jangka panjang di kawasan Indo-Pasifik. Namun, pernyataan itu disertai dengan penegasan bahwa Washington tidak berniat memicu eskalasi yang tidak perlu.
“Kami tidak menginginkan konfrontasi yang tidak perlu,” ujarnya di hadapan para delegasi. Ia kemudian menambahkan bahwa stabilitas yang menguntungkan semua pihak tetap menjadi tujuan utama.
Pertemuan Bilateral dan Sinyal ke Iran
Selama berada di Asia Tenggara, Hegseth menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan Vietnam dan Filipina, serta utusan khusus dari Malaysia. Pertemuan-pertemuan ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat aliansi pertahanan di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.
Menjelang akhir kunjungannya, Hegseth juga mengikuti latihan fisik bersama para prajurit yang bertugas di kapal USS Boxer yang tengah bersandar di Singapura. Suasana di atas kapal perang itu tampak sibuk namun terukur, mencerminkan kesiapsiagaan personel AS di kawasan.
Usai sesi latihan, ia memberikan pernyataan yang cukup tajam terkait situasi dengan Iran. “Jika Iran mengambil keputusan yang salah dalam proses negosiasi, maka negara itu akan berhadapan dengan prajurit Amerika Serikat,” tuturnya dengan nada tegas.
Usulan Damai dari Beijing
Di sisi lain, China buka suara mengenai situasi Timur Tengah. Pemerintah di Beijing mengonfirmasi bahwa Presiden Xi Jinping telah mengajukan sejumlah poin usulan untuk mendorong perdamaian di kawasan tersebut. Langkah ini dipandang sebagai upaya Beijing untuk memainkan peran diplomatik yang lebih aktif di panggung global, meskipun ketegangan dengan AS masih membayangi hubungan kedua negara.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Duel Declan Rice vs Vitinha di Final Liga Champions: Dua Gelandang Elite Jadi Kunci Laga Arsenal vs PSG
747 Warga Manado Mengungsi Akibat Banjir Lima Kelurahan
Kebakaran Bengkel Las di Cikupa Tewaskan Seorang Wanita Muda, Polisi Selidiki Percikan Api
Polres Cianjur Terapkan Sistem Satu Arah di Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Libur Panjang