PARADAPOS.COM - Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Dalam pernyataannya, ia menyebut debut perdana Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia berlangsung sukses dan menjadi lompatan kualitas pelayanan. Heri yang bertindak sebagai anggota Amirul Hajj mengaku menjadi saksi langsung atas torehan sejarah tersebut.
"Sebagai anggota Amirul Hajj pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, saya menjadi saksi langsung atas sebuah torehan sejarah: suksesnya debut perdana Kemenhaj RI," ujar Heri dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi UI, Sabtu, 6 Juni 2026.
Parameter Kinerja yang Meningkat
Menurut Heri, pelaksanaan ibadah haji tahun ini senantiasa mengedepankan keteladanan dan integritas. Seluruh elemen penyelenggara menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ia menekankan bahwa etos kerja yang responsif, simpatik, dan solutif tercermin jelas dalam setiap gerak langkah para petugas di lapangan.
Berbagai parameter kinerja krusial, mulai dari layanan kesehatan, logistik, transportasi, hingga pemondokan, dinilai berjalan sangat baik. Kualitasnya mengalami peningkatan yang jauh lebih terukur dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Penyederhanaan tata kelola layanan di Arab Saudi melalui sistem syarikah, penguatan pemeriksaan kesehatan berbasis istitaah sejak di Indonesia, serta ketepatan jadwal dan kenyamanan akomodasi membuat jemaah merasakan pelayanan yang jauh lebih tertata.
"Capaian ini patut kita syukuri sekaligus kita apresiasi setinggi-tingginya," jelasnya.
Visi Besar ke Depan
Rektor UI menekankan bahwa kesuksesan operasional ini harus menjadi batu loncatan untuk mewujudkan visi yang lebih besar. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan haji dan umrah tidak boleh lagi sekadar puas dengan peran sebagai event organizer yang memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan jemaah.
"Keberhasilan ini harus menjadi batu loncatan menuju visi yang jauh lebih besar: ekosistem haji yang menggerakkan ekonomi Indonesia," tuturnya.
Heri menambahkan, Indonesia perlu mulai menata ekosistem bisnis dan tata niaga yang mampu memastikan perputaran dana raksasa memberikan dampak ekonomi yang kembali mengalir ke dalam negeri. Secara hitungan bisnis, sektor ini menjanjikan keuntungan pasti. Indonesia memiliki captive market yang luar biasa solid, yaitu kuota haji pada 2026 mencapai 221 ribu jemaah, ditambah lebih dari dua juta jemaah umrah setiap tahunnya.
"Permintaan sebesar ini berulang, terukur, dan loyal—sebuah fondasi pasar yang jarang dimiliki sektor lain mana pun," ucapnya.
Investasi Strategis dan Kemandirian Ekosistem
Untuk menangkap peluang tersebut, Indonesia perlu segera melakukan investasi strategis dan masif di sektor-sektor hulu hingga hilir. Investasi pada fasilitas kesehatan, transportasi terintegrasi, perhotelan, hingga penyediaan dapur fresh meal dan Ready to Eat (RTE) beserta seluruh ekosistemnya menjadi sebuah keharusan.
Penguasaan ekosistem penunjang ini tidak hanya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada akhirnya, hal tersebut memberi pemerintah kendali penuh untuk melakukan problem solving yang cepat dan tepat di lapangan, tanpa harus bergantung secara pasif pada penyedia jasa eksternal.
"Saya meyakini transformasi ini menuntut perencanaan berbasis data, riset, dan penyiapan sumber daya manusia yang andal—ruang kontribusi yang siap diisi oleh perguruan tinggi. Sukses debut Kemenhaj 2026 telah membuktikan bahwa kita mampu melayani dengan paripurna. Kini saatnya keberhasilan itu kita jadikan fondasi bagi ekosistem haji yang lebih mandiri dan berdampak nyata bagi bangsa," ungkapnya.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Truk Tangki BBM Terbakar di Tol Cipali Usai Tabrak Tronton, Lalu Lintas Macet 5 Kilometer
Menteri Keuangan Sebut Pelemahan IHSG dan Rupiah Akibat Persepsi Negatif, Bukan Fundamental Ekonomi
KAI Daop 6 Beri Diskon 30 Persen untuk 30 Kereta Ekonomi Selama Libur Sekolah
IPB University Buka Lowongan 9 Posisi, dari Staf HRD hingga Operator Pertanian