Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Lima Wilayah

- Senin, 08 Juni 2026 | 04:50 WIB
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Lima Wilayah
PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang perairan utara Sulawesi Utara pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 07.37 Wita. Guncangan kuat ini langsung memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk lima wilayah di Indonesia bagian timur. Episenter gempa berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, dengan kedalaman 47 kilometer. Satu korban jiwa dilaporkan di Filipina, sementara kondisi di Indonesia disebut masih terkendali.

Detail Gempa dan Penyebabnya

BMKG mencatat gempa terjadi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB atau 07.37 Wita. Hasil analisis terkini menunjukkan kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,7. Sumber gempa, menurut BMKG, berada di kawasan Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Aktivitas seismik ini dipicu oleh proses subduksi atau penunjaman lempeng tektonik yang memang aktif di kawasan tersebut.

Peringatan Dini Tsunami dan Wilayah Terdampak

Tak lama setelah gempa terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini didasarkan pada penilaian bahwa gempa berpotensi memicu gelombang laut. Lima wilayah yang ditetapkan dalam status waspada tsunami meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun petugas kebencanaan. Peringatan dini tsunami tersebut telah berakhir.

Guncangan Terasa Hingga Indonesia Timur

Getaran gempa dilaporkan terasa di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, termasuk Manado dan wilayah sekitarnya. Beberapa laporan juga menyebutkan guncangan dirasakan hingga Gorontalo dan daerah lain di Indonesia bagian timur.

Respons BNPB dan Kondisi Terkini

Meski BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi di wilayah yang berpotensi terdampak masih terkendali. BNPB bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan keselamatan masyarakat dan mengantisipasi perkembangan situasi pascagempa. BNPB juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Sementara itu, pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang masuk dalam status siaga telah diinstruksikan untuk mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju lokasi yang lebih tinggi dan aman dari potensi gelombang tsunami.

Dampak di Filipina

Pusat gempa yang berada di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, juga menyebabkan guncangan kuat di sejumlah wilayah Filipina selatan. Pihak berwenang di Filipina dan Indonesia mendesak warga di wilayah pesisir yang terdampak untuk segera pindah ke tempat yang lebih tinggi. "Hingga saat ini, dilaporkan ada satu korban tewas dan empat orang terluka. Ini baru laporan awal," ungkap Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos kepada AFP, seperti dikutip The Manila Times, Senin 8 Juni 2026.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar