Gibran Dorong Pelajar dan Guru Kuasai AI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

- Selasa, 16 Juni 2026 | 20:25 WIB
Gibran Dorong Pelajar dan Guru Kuasai AI untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
PARADAPOS.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong pelajar dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai modal menghadapi transformasi digital dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Seruan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan kesenjangan literasi digital dan perlunya adaptasi terhadap perubahan era yang semakin cepat.

AI Dinilai Menjadi Kunci Menghadapi Perubahan Zaman

Gibran menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa lagi bersikap pasif di tengah laju perkembangan teknologi. Suasana di lokasi acara tampak serius, namun antusiasme peserta terlihat jelas saat wakil presiden menyampaikan pandangannya. “Kita tidak bisa lagi menutup mata, atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut,” ungkapnya. Menurut Gibran, dunia saat ini tengah bertransisi dari era literasi baca tulis menuju era literasi digital. Puncak dari transformasi global ini, lanjutnya, ditandai dengan hadirnya AI. Ia meminta para pelajar untuk memandang AI sebagai alat bantu yang mempercepat proses belajar, bukan justru membuat seseorang menjadi malas. Gibran mengibaratkan AI sebagai asisten pribadi yang bisa membantu mencari data, mempelajari bahasa asing, hingga menyederhanakan rumus matematika yang rumit. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguasaan AI tidak boleh menghilangkan kemampuan berpikir kritis. Teknologi ini harus dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas dan mempertahankan kemandirian berpikir generasi muda. “Kabar baiknya, banyak sekali teknologi AI canggih yang sekarang sifatnya open source. Ilmu gratis, kodenya terbuka, bisa diakses siapa saja,” ujarnya.

Guru dan Orang Tua Diminta Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Tidak hanya menyasar pelajar, ajakan ini juga ditujukan kepada para guru dan orang tua. Gibran meminta mereka untuk tidak menyerah atau merasa canggung dalam meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi. Ia menjelaskan, penggunaan AI secara bijak dapat meringankan beban administratif guru di sekolah. Mulai dari menyusun soal ujian, menyajikan materi pembelajaran yang menarik, hingga memberikan contoh kasus yang aplikatif kepada murid. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam penggunaan AI agar tidak disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi. Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola AI nasional, Gibran menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan readiness assessment methodology dari UNESCO. Langkah ini dilakukan untuk mengukur kesiapan pengelolaan AI di masa depan. “Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” tuturnya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar