PARADAPOS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pasien di Kampung Cipicung, Kabupaten Bandung Barat, harus digotong menggunakan tandu darurat berbahan bambu dan tali tambang viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 16 Juni 2026, ketika Rina Fitri Yulianti (39) yang baru menjalani operasi sepekan sebelumnya harus ditandu sejauh lebih dari 500 meter karena akses jalan menuju rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Ketua RW setempat, Setiawan, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut kondisi serupa sudah sering terjadi, termasuk saat warga melahirkan.
Kondisi Darurat di Kampung Cipicung
Di Kampung Cipicung, RT 01/RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, suasana tampak mencekam saat warga bergotong royong membawa Rina menyusuri jalan setapak yang sempit dan berbatu. Rina diduga mengalami jahitan pascaoperasi yang kembali terbuka, sehingga harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Karena tidak ada akses untuk ambulans, warga terpaksa membuat tandu darurat dari bambu dan tali tambang.
"Betul, Senin kemarin harus digotong sampai tempat ambulans parkir. Jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat," kata Setiawan saat dihubungi awak media, Rabu, 17 Juni 2026.
Bukan Kali Pertama
Menurut Setiawan, kejadian serupa bukanlah hal baru di wilayah tersebut. Warga setempat sudah terbiasa mengandalkan tandu darurat untuk membawa pasien, termasuk ibu hamil yang hendak melahirkan. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa ada perubahan signifikan.
"Ini sudah sering terjadi, bahkan saat ada warga melahirkan pun harus ditandu seperti ini," ujar Setiawan.
Harapan Warga untuk Perbaikan Infrastruktur
Setiawan mengaku sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan dan pembukaan akses jalan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada realisasi yang dirasakan warga. Ia berharap viralnya peristiwa ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Kami sudah minta agar jalan bisa dilalui mobil, tapi belum ada jawaban. Semoga viralnya kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah," sahut Setiawan.
Ia pun menambahkan harapannya agar Pemkab Bandung Barat segera memperbaiki infrastruktur. "Ya saya mah berharap cepat-cepat diperbaiki, karena kita juga kan warga Bandung Barat," tandasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Bandung Barat, masih ada warga yang harus berjuang mendapatkan akses kesehatan dasar dengan cara yang sangat sederhana.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Dituding Ditunggangi Politik, Pelacak Ditemukan di Mobil Mewah yang Digunakannya
Kritik MBG Watch: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Skandal Korupsi Terbesar
PINTU Kembali Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi, Satu-Satunya Platform Kripto dengan Predikat Gold Dua Tahun Beruntun
Petani dan Mahasiswa Tolak Pembangunan Batalyon TP di Jember, Nilai Ekonomi Lahan Capai Rp11,83 Miliar per Tahun