RS Anuntaloko Parigi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pascagempa M 6,7 di Parigi Moutong

- Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB
RS Anuntaloko Parigi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pascagempa M 6,7 di Parigi Moutong
PARADAPOS.COM - Rumah Sakit Anuntaloko Parigi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal pascagempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026. Pelaksana tugas Kepala RS Anuntaloko Parigi, Irwan, menegaskan bahwa meskipun situasi darurat, pihaknya tetap menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama. Pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan oleh petugas medis sesaat setelah gempa terjadi, dan kini pelayanan mulai berangsur normal dengan perawatan yang kembali dilakukan di ruang rawat inap.

Evakuasi dan Pemulihan Pelayanan

Guncangan gempa yang terasa kuat membuat petugas medis bergerak cepat mengevakuasi pasien ke area yang lebih aman. Irwan menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung tertib dan terkendali. "Meski situasi darurat, pelayanan tetap menjadi hal utama," katanya saat dihubungi dari Palu, Rabu, 17 Juni 2026. Kini, kondisi di RS Anuntaloko Parigi perlahan pulih. Ruang rawat inap sudah dapat digunakan kembali, dan aktivitas medis berjalan seperti sedia kala. Tim medis terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang masih mengancam.

Mitigasi Bencana di Lingkungan Rumah Sakit

Otoritas RS bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendirikan tenda darurat di halaman Anuntaloko. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu gempa susulan kembali terjadi. "Tenda darurat dijadikan sebagai tempat evakuasi sekaligus tempat perawatan sementara. Langkah ini bagian dari mitigasi bencana," ujar Irwan. Menurutnya, rumah sakit termasuk dalam kategori objek vital yang wajib memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam kondisi apa pun, termasuk saat darurat bencana. "Kami telah menginstruksikan petugas medis memprioritaskan pasien, bila terjadi situasi darurat segera aktifkan standar pelayanan kedaruratan," jelasnya.

Dampak Gempa di Permukiman Warga

Sementara itu, data sementara dari BPBD setempat mencatat sekitar 15 rumah warga di Parigi Moutong mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebar di empat desa. Di Desa Torue, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak empat rumah rusak dengan jumlah warga terdampak empat kepala keluarga (KK). Satu rumah di Desa Tolai juga terdampak, dengan satu KK dan satu lansia. Di Desa Torue, Kecamatan Torue, sembilan rumah mengalami kerusakan yang berdampak pada 15 KK atau 36 jiwa. Sementara itu, satu rumah di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, dilaporkan rusak dengan satu KK terdampak. Tim BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan tidak ada korban atau kerusakan tambahan yang terlewat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar