PARADAPOS.COM - Jhonlin Group dan BPJS Ketenagakerjaan menggelar pertemuan strategis di Jhonlin Office Building, Senin, 18 Mei 2026, untuk memperkuat jaminan sosial bagi tenaga kerja. Diskusi ini menyoroti tiga agenda utama: perlindungan sosial, transformasi digital layanan ketenagakerjaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini merupakan bagian dari upaya kedua pihak menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Komitmen Perlindungan bagi Puluhan Ribu Pekerja
Dalam pertemuan tersebut, manajemen Jhonlin Group memaparkan capaian nyata di bidang perlindungan sosial. Saat ini, sebanyak 21.761 pekerja di lingkungan perusahaan telah tercakup dalam lima program BPJS Ketenagakerjaan secara lengkap.
Tak berhenti di situ, perusahaan juga memperluas jangkauan perlindungan kepada ribuan pekerja rentan yang berada di sekitar ekosistem operasional. Langkah ini dinilai sebagai wujud konkret kepedulian terhadap kesejahteraan dan keamanan sosial tenaga kerja.
CEO Jhonlin Group, Feriyandi, menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai fondasi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kompetitif.
“Kami percaya, kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Feriyandi dalam pernyataan yang dikutip pada Kamis, 18 Juni 2026.
Transformasi Digital dan Pengembangan Kompetensi
Selain membahas perlindungan dasar, diskusi juga merambah ke penguatan transformasi digital layanan ketenagakerjaan. Kedua pihak membahas pengembangan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan, peningkatan literasi keuangan, hingga program reskilling dan upskilling.
Program-program tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyambut baik komitmen yang terus dibangun bersama Jhonlin Group.
“Terima kasih atas kepercayaan dan sinergi yang terus terbangun. Semoga langkah bersama ini membawa manfaat nyata bagi pekerja Indonesia,” kata Saiful Hidayat.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi erat antara sektor industri dan lembaga jaminan sosial. Sinergi semacam ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di tengah tantangan dunia kerja yang kian kompleks.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Tinjau Panen Udang Vaname di Nusakambangan, Napi Dapat Insentif Rp25 Ribu per Hari
Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Perdana dalam Rangka HUT Jakarta ke-499
Kapolri Sebut Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bagian dari Prosedur Jelang Pelimpahan ke Kejaksaan
Ratusan Pengunjung Padati Jakfestival Ancol 2026, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Perayaan HUT ke-499 DKI