PARADAPOS.COM - Pada Kamis, 18 Juni 2026, laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Republik Ceko dan Afrika Selatan di Atlanta menjadi panggung bersejarah. Untuk pertama kalinya di turnamen putra, FIFA menunjuk tiga wasit wanita untuk memimpin pertandingan secara penuh. Tori Penso bertindak sebagai wasit utama, didampingi Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt sebagai asisten wasit. Keputusan ini merupakan langkah nyata FIFA dalam memperkuat kesetaraan gender, sekaligus menegaskan bahwa kompetensi dan kualitas menjadi tolok ukur utama dalam penugasan perangkat pertandingan di ajang paling prestisius sepak bola dunia.
Rekam Jejak Tori Penso: Dari MLS ke Panggung Dunia
Tori Penso, yang memiliki nama lengkap Mary Victoria Hancock Penso, lahir di Florida, Amerika Serikat. Namanya mulai mencuat pada 2020 ketika ia menjadi wasit wanita pertama dalam dua dekade yang memimpin pertandingan di Major League Soccer (MLS), kompetisi sepak bola profesional tertinggi di Amerika Serikat. Kariernya terus meroket hingga puncaknya pada final Piala Dunia Wanita 2023 antara Spanyol dan Inggris. Saat itu, ia mencatat sejarah sebagai wasit asal Amerika Serikat pertama yang memimpin partai final Piala Dunia FIFA.
Perempuan berusia 39 tahun itu juga menjadi bagian dari perangkat pertandingan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, memimpin laga antara Juventus FC melawan Al-Ain. Berdasarkan data Transfermarkt, Penso telah memimpin total 103 pertandingan di level domestik dan internasional. Pengalamannya yang luas menjadi modal berharga dalam memimpin laga penuh tekanan di Piala Dunia 2026.
Brooke Mayo: Konsisten di Garis Lapangan
Di sisi garis lapangan, Brooke Mayo bertugas sebagai asisten wasit. Ia memiliki pengalaman panjang di MLS sejak 2020 dan telah terlibat dalam 84 pertandingan hingga saat ini. Prestasinya semakin gemilang setelah dinobatkan sebagai wasit wanita terbaik di Amerika Serikat pada 2025. Penghargaan itu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perangkat pertandingan terbaik di negaranya.
Pada level internasional, Mayo pernah bertugas dalam Copa America 2024 saat laga Meksiko menghadapi Ekuador. Ia juga dipercaya menjadi asisten wasit pada Piala Dunia Antarklub FIFA edisi 2024 dan 2025. Konsistensinya di berbagai turnamen besar membuat FIFA kembali mempercayakannya untuk Piala Dunia 2026.
Kathryn Nesbitt: Doktor Kimia yang Mengesankan di Lapangan
Sementara itu, Kathryn Nesbitt membawa kisah unik ke dunia perwasitan. Ia adalah pemegang gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang kimia. Meski memiliki latar belakang akademik yang cemerlang, Nesbitt mampu membuktikan kualitasnya di lapangan hijau. Ia telah bertugas dalam berbagai pertandingan besar, baik domestik maupun internasional.
Salah satu momen yang paling dikenang adalah saat dirinya menjadi asisten wasit pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 antara Inggris dan Senegal. Penampilannya yang konsisten membuat FIFA kembali memasukkan namanya dalam daftar perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Kombinasi antara kecerdasan akademik dan ketajaman di lapangan menjadikannya figur yang dihormati.
Penampilan Solid Tanpa Kontroversi
Kinerja Tori Penso bersama Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt mendapat apresiasi dalam pertandingan Republik Ceko melawan Afrika Selatan. Ketiganya dinilai mampu mengambil keputusan yang tepat dalam sejumlah momen penting selama laga berlangsung. Koordinasi yang baik antara wasit utama dan kedua asisten membuat pertandingan berjalan lancar tanpa kontroversi berarti.
Penampilan tersebut semakin memperkuat kepercayaan FIFA terhadap kemampuan wasit wanita di level tertinggi sepak bola dunia. Langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan bukti bahwa kesetaraan gender di sepak bola dapat diwujudkan melalui meritokrasi dan profesionalisme.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat DKI Jakarta Jumat 19 Juni 2026: Imsak Pukul 04.30, Subuh 04.40 WIB
Pemprov Jabar Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026 Mulai Babak Semifinal
Dua Terdakwa Narkotika 58 Kilogram Sabu di Jambi Dituntut Penjara Seumur Hidup
Kejagung Sita Mobil Alphard Milik Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis