PARADAPOS.COM - Skotlandia akan menghadapi Maroko dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Boson, Foxborough, pada Sabtu (20 Juni 2026) pukul 05.00 WIB. Ini menjadi misi besar bagi Tartan Army yang belum pernah sekalipun lolos ke babak gugur dalam delapan partisipasi sebelumnya. Setelah menang tipis 1-0 atas Haiti di laga perdana, Skotlandia kini berhadapan dengan Maroko yang merupakan semifinalis edisi 2022 dan baru saja menahan imbang Brasil 1-1.
Mimpi yang Tertunda Sejak 1974
Perjalanan Skotlandia di Piala Dunia selalu diwarnai catatan pahit. Mereka pertama kali tampil pada 1954, namun sejak saat itu belum pernah sekalipun merasakan fase gugur. Absen selama 28 tahun dari turnamen ini membuat tekad mereka kali ini begitu kuat.
Salah satu kenangan paling menyakitkan terjadi pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Ketika itu, skuad yang diperkuat legenda seperti Kenny Dalglish, Billy Bremner, dan Joe Jordan harus tersingkir hanya karena kalah selisih satu gol. Mereka tak terkalahkan dalam tiga pertandingan—mengalahkan Zaire 2-0, lalu menahan imbang Brasil 0-0 dan Yugoslavia 1-1. Namun, Brasil yang menjadi peringkat keempat kala itu melaju ke babak berikutnya, meninggalkan Skotlandia dengan kekecewaan mendalam.
Maroko, Semifinalis yang Haus Bukti
Di sisi lain, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Ini adalah Piala Dunia ketujuh bagi Singa Atlas, dan mereka masih membawa semangat dari Qatar 2022, saat sukses menyingkirkan Spanyol dan Portugal untuk menembus semifinal. Kini, target mereka adalah mengulang sejarah manis itu.
Namun, jalan tidak akan mudah. Hasil imbang 1-1 melawan Brasil di laga pertama membuat Maroko butuh kemenangan atas Skotlandia untuk memperbesar peluang lolos. Tiga poin dari laga ini akan menjadi modal berharga.
Rekor Pertemuan: Kenangan 1998
Satu-satunya pertemuan antara kedua tim terjadi pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, Maroko menang telak 3-0 atas Skotlandia yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-54. Tiga gol kemenangan dicetak oleh Salaheddine Bassir dan Abdeljalil Hadda.
Ironisnya, kemenangan itu pun tak cukup membawa Maroko ke babak gugur. Mereka finis di posisi ketiga dengan empat poin, tertinggal satu poin dari Norwegia di posisi kedua dan dua poin dari Brasil sebagai juara grup.
Suara dari Lapangan: Robertson dan El Mourabet
Andrew Robertson, kapten Skotlandia yang telah mengoleksi 95 caps, tak menampik kualitas lawan. Ia menyebut Maroko sebagai tim yang fantastis dan bukan lagi tim yang bisa diremehkan, terutama setelah pencapaian mereka di edisi terakhir.
"Kami harus fokus pada performa kami sendiri. Tujuan kami adalah memenangkan pertandingan ini, dan tujuan mereka juga sama. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kamilah yang tersenyum," ujar Robertson, yang musim ini hengkang dari Liverpool ke Tottenham Hotspur.
Dari kubu Maroko, pemain muda berusia 20 tahun, Samir El Mourabet, menegaskan pentingnya laga ini. Ia baru lima kali membela timnas, namun bicara dengan keyakinan penuh.
"Kami mempersiapkan setiap pertandingan dengan cara yang sama. Kami datang untuk menang, telah melakukan persiapan dengan matang, dan seluruh pemain berada dalam kondisi yang baik. Besok kami akan berusaha menunjukkan rasa terima kasih kepada suporter Maroko melalui penampilan kami di lapangan," tutur El Mourabet.
Prediksi Skor
Sejumlah media memberikan prediksi berbeda untuk laga ini. Whoscored memprediksi Skotlandia menang 2-1, sementara Sportsmole justru melihat Maroko unggul dengan skor 1-2.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kadis Perikanan Lamongan Bantah Tuduhan Jual Beli Jabatan di TPI Brondong
Anggota DPRD Sumbar Buron Lima Bulan, Dibekuk Kejaksaan di Jakarta Selatan Terkait Dugaan Korupsi Rp34 Miliar
Petani Magelang Ubah Singkong Bernilai Rp300 per Kg Jadi Produk Bernilai Tambah, Raup Omzet Puluhan Juta
Jokowi Siap Hadir di Sidang Bawa Ijazah Asli Usai Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap