GPC Larang Penggunaan Perangkat Holeshot Mulai GP Belanda, Perlebar Jarak Start demi Keselamatan

- Selasa, 23 Juni 2026 | 22:25 WIB
GPC Larang Penggunaan Perangkat Holeshot Mulai GP Belanda, Perlebar Jarak Start demi Keselamatan
PARADAPOS.COM - Komisi Grand Prix (GPC) resmi melarang penggunaan perangkat "holeshot" atau "front ride-height device" mulai Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen akhir pekan ini. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari percepatan perubahan regulasi di ajang MotoGP. Perangkat yang selama ini digunakan untuk menurunkan posisi motor saat start guna membantu akselerasi awal tersebut, sebelumnya sudah masuk dalam daftar teknologi yang akan dihapus pada regulasi besar musim depan. Namun, GPC memutuskan untuk mempercepat larangan tersebut, sehingga mulai GP Belanda 2026, para pebalap tidak lagi bisa menggunakannya saat balapan dimulai.

Perubahan Regulasi Start dan Keselamatan

Selain larangan "holeshot", GPC juga mengubah tata letak "starting grid" mulai GP Jerman di Sachsenring. Perubahan ini berlaku untuk semua kelas, bukan hanya MotoGP. Jarak antar pebalap yang sebelumnya tiga meter kini diperlebar menjadi empat meter. Konsekuensinya, jarak antar baris pun berubah dari sembilan meter menjadi 12 meter. Format tiga pembalap dalam satu baris tetap dipertahankan, namun jarak antar baris dibuat lebih lebar. Langkah ini diambil semata-mata untuk meningkatkan aspek keselamatan saat start balapan.

Pembatasan Jumlah Motor per Pabrikan

GPC juga menetapkan aturan baru mengenai jumlah motor yang dapat diturunkan setiap pabrikan. Mulai tahun 2028, tidak ada pabrikan yang diperbolehkan memiliki lebih dari enam motor di grid. Ketentuan ini berlaku dengan syarat terdapat sedikitnya lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia. Artinya, setiap pabrikan maksimal dapat memasok dua tim satelit selain tim pabrikan mereka sendiri. “Batas enam motor per pabrikan sebenarnya sudah berlaku pada 2026, seperti saat ini dimiliki Ducati,” ujar seorang sumber dari GPC. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa regulasi baru ini akan menjadikannya aturan resmi yang mengikat mulai musim 2028. Keputusan ini diharapkan mampu menciptakan persaingan yang lebih sehat dan merata di antara para pabrikan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar