Empat Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Meninggal saat Latihan, Kemhan Evaluasi Prosedur Medis

- Jumat, 26 Juni 2026 | 21:25 WIB
Empat Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Meninggal saat Latihan, Kemhan Evaluasi Prosedur Medis

PARADAPOS.COM - Empat peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat menjalani masa latihan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) selaku Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) mengonfirmasi keempatnya meninggal karena sakit dan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi serta prosedur penanganan medis di lapangan.

Kejadian ini memicu pertanyaan publik mengenai standar keselamatan dan pengawasan kesehatan dalam program yang menyasar para sarjana muda tersebut. Kemhan merespons dengan menyatakan akan memperketat sejumlah aspek, mulai dari seleksi awal hingga penanganan darurat di satuan pendidikan.

Evaluasi Menyeluruh dan Langkah Konkret

Dalam keterangan resminya pada Jumat (26/6/2026), Kepala Biro Informasi dan Hukum Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Sirait, menguraikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa Kemhan bersama panitia nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program SPPI.

"Sehubungan dengan kejadian ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran (tracing) terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, serta penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan," jelasnya.

Selain evaluasi teknis, Kemhan juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan memastikan proses penyerahan jenazah berjalan dengan baik. Suasana duka menyelimuti prosesi pemulangan jenazah para peserta yang gugur sebelum sempat menyelesaikan pendidikan.

Identitas Empat Peserta yang Meninggal

Berikut adalah nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia dalam insiden ini:

1. Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan 2. Novia Rahmadhani Sihotang 3. Anisa Muyassaroh 4. Yonanda Muhammad Taufiq

Dari keempat korban, salah satu kasus yang dijelaskan secara lebih rinci adalah Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan. Ia menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando 465.

Kronologi Meninggalnya Muhammad Rifqi

Menurut Rico Sirait, Muhammad Rifqi pertama kali mengeluhkan sesak napas pada Kamis (25/6). Tim kesehatan satuan segera memberikan penanganan awal. Kondisinya sempat membaik, dan ia kembali mengikuti aktivitas latihan. Namun, pada sore harinya, kondisi kesehatannya menurun drastis.

Tim medis kemudian memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di rumah sakit, ia langsung mendapatkan perawatan intensif, termasuk di ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Setelah dirujuk ke rumah sakit, almarhum segera mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU)," ungkapnya.

Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, Muhammad Rifqi dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB. Sebelum mengikuti program, ia telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB. Sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," tuturnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap kondisi fisik peserta dalam program-program yang menuntut daya tahan tubuh tinggi. Publik kini menanti hasil evaluasi lebih lanjut dari Kemhan untuk memastikan tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar