PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk menggelar pertemuan rutin bulanan dengan para rektor perguruan tinggi di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam acara penutupan Serasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu, 28 Juni 2026. Menurutnya, intensitas komunikasi dengan para akademisi perlu ditingkatkan demi memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan.
Presiden Butuh Diskusi Intensif dengan Rektor
Dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengaku bahwa pertemuan sebanyak empat kali dengan para rektor masih jauh dari cukup. Ia bahkan menekankan perlunya agenda tatap muka setiap bulan.
“Menurut saya kalau empat kali bertemu para rektor, itu bagi saya belum apa-apa, kalau perlu tiap bulan kita ketemu. Bener. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pinter,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga mengungkapkan kebiasaannya sering berdiskusi dengan rektor yang tinggal di sekitar Jakarta. Para rektor tersebut, kata dia, sudah terbiasa dipanggil kapan saja untuk bertukar pikiran.
“Bolak balik dipanggil, saya denger mereka itu tiap dua jam buka handphone,” tuturnya.
Bandung-Jakarta Bukan Lagi Halangan
Presiden pun menyinggung soal akses transportasi yang semakin memudahkan mobilitas. Ia menilai para rektor dari perguruan tinggi di Bandung tidak memiliki alasan untuk menolak undangan diskusi di Jakarta.
“Yang di Bandung pun tidak ada alasan, karena sekarang ada whoosh, dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta kan,” jelasnya.
Suasana di lokasi acara tampak hangat. Para peserta yang hadir menyimak dengan saksama saat Kepala Negara menyampaikan pandangannya. Sorot lampu panggung menyinari podium tempat Presiden berdiri, sementara layar besar di belakangnya menampilkan logo konvensi.
Seloroh soal Rambut Menteri yang Mulai Menipis
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melontarkan candaan ringan mengenai kondisi beberapa anggota Kabinet Merah Putih. Ia menyebut beban kerja di sektor sains, teknologi, dan industri cukup berat hingga berdampak pada penampilan fisik para menterinya.
“Saya perhatikan beberapa pembantu saya waktu awal dilantik rambutnya masih bagus, setelah 18 bulan semakin botak. Aku perhatikan, Pak Brian (Mendikti Sanitek Brian Yuliarto), (awal) banyak tuh rambutnya (sekarang) semakin ke atas,” ungkapnya.
Gurauan tersebut disambut tawa dari hadirin. Namun, di balik canda itu, Prabowo ingin menegaskan bahwa tanggung jawab yang diemban para pembantunya di bidang sains dan teknologi memang tidak ringan. Ia berharap kolaborasi dengan para rektor dapat meringankan beban tersebut sekaligus mendorong kemajuan riset dan inovasi nasional.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Lance Schroyer sebagai Calon Direktur ICE di Tengah Percepatan Deportasi Massal
Kapal Nelayan Ludes Terbakar di Pelabuhan Brondong, Kerugian Capai Rp1,6 Miliar
Pemprov DKI Percepat Tiga Proyek Infrastruktur Sambut 500 Tahun Jakarta
Austria dan Aljazair Sama Kuat 3-3, Keduanya Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026