PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin, 29 Juni. Operasi senyap ini diduga berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), menyasar sejumlah pejabat daerah. Informasi ini pertama kali dihimpun dari sumber internal lembaga antirasuah dan diperkuat oleh pantauan langsung di lapangan yang menunjukkan aktivitas tidak biasa di kediaman dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing.
Konfirmasi Awal dari Internal KPK
Seorang sumber di dalam KPK membenarkan adanya giat tangkap tangan di wilayah Riau. "Ada OTT di Riau," ujar sumber internal tersebut kepada awak media. Hingga berita ini diturunkan, pimpinan KPK belum memberikan respons resmi atas konfirmasi yang dilayangkan oleh sejumlah wartawan.
Pergerakan Tim di Lapangan
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari pantauan di lokasi, tim penindakan KPK diduga telah berada di Kabupaten Kuansing sejak Senin pagi. Suasana di sekitar Rumah Dinas Sekda Kuansing yang terletak di Kelurahan Sungai Jering mendadak berubah. Tidak seperti hari-hari biasanya, pagar rumah dinas tersebut tertutup rapat dan dijaga ketat.
Di halaman kediaman, terparkir lima unit mobil. Dua di antaranya adalah mobil Avanza berwarna putih dan hitam dengan plat nomor BM Kuansing. Kemudian terlihat sebuah Innova Reborn hitam bernomor polisi BM 1972 AAM, serta dua mobil Reborn Zenic—satu berplat B 1150 XVM dan satu lagi berwarna putih yang terparkir di teras rumah dinas.
Di pos jaga, tiga anggota Satpol PP—dua laki-laki dan satu perempuan—berjaga. Salah seorang awak media yang hendak masuk mengaku tidak diizinkan. "Biasanya tidak seperti itu. Awak media yang ingin bersilaturahmi diizinkan masuk," ungkapnya. Para petugas hanya menyampaikan bahwa Sekda sedang ada tamu.
Tak lama berselang, wartawan yang menunggu di luar melihat seseorang berseragam khas KPK—berwarna kaki—melangkah masuk menuju area garasi mobil rumah dinas tersebut. Pemandangan ini semakin memperkuat dugaan bahwa operasi tangkap tangan tengah berlangsung di lokasi.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Tegaskan Pembangunan Perbatasan Jadi Prioritas untuk Jaga Kedaulatan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Danantara Gandeng KPK, Ribuan Eks Direksi BUMN Merugi Berpotensi Dipidana
Komnas Perempuan Minta Maaf Usai Pernyataan Kasus Penyekalan YTR di Bandung Tuai Kontroversi
IEEFA: Pemadaman Listrik Jadi Alarm, Indonesia Harus Percepat PLTS Atap