Delegasi Indonesia Jadi Rombongan Resmi Pertama yang Beri Penghormatan Langsung di Makam Pemimpin Tertinggi Iran

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:25 WIB
Delegasi Indonesia Jadi Rombongan Resmi Pertama yang Beri Penghormatan Langsung di Makam Pemimpin Tertinggi Iran
PARADAPOS.COM - Delegasi Indonesia menjadi rombongan resmi pertama yang memberikan penghormatan langsung di makam almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di kompleks Imam Reza Shrine, Mashhad, Republik Islam Iran. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan hal itu melalui akun Instagram resminya pada Jumat, 10 Juli 2026, usai menjalani kunjungan kerja ke Mashhad dan mengikuti rangkaian pemakaman serta penghormatan terakhir. Sugiono hadir bersama Ketua MPR RI dan sejumlah ulama Indonesia dalam prosesi tersebut.

Penghormatan Pertama dari Delegasi Asing

Suasana di kompleks Imam Reza Shrine, Mashhad, terasa khidmat ketika delegasi Indonesia melangkah mendekati makam. Sugiono, yang memimpin rombongan, tampak mengenakan setelan gelap dengan sikap penuh hormat. Ia menyebut momen itu sebagai bentuk penghormatan sekaligus solidaritas terhadap rakyat Iran yang tengah berduka. Kehadiran Indonesia sebagai delegasi resmi pertama dinilai menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara, terutama di tengah situasi transisi kepemimpinan di Iran.

Pertemuan Bilateral dengan Menlu Iran

Di sela kunjungannya, Sugiono juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup namun hangat itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis. "Kami menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas," ujarnya. Pernyataan itu disampaikan Sugiono dengan nada tegas, mencerminkan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia melihat Iran sebagai mitra penting di kawasan Timur Tengah.

Dialog untuk Perdamaian Kawasan

Selain membahas hubungan bilateral, Indonesia dan Iran saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional maupun global. Kedua negara sepakat bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur dialog dan diplomasi, dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Sikap ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Menlu Sugiono menuturkan, diskusi berlangsung konstruktif dan penuh keterbukaan. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai pengamat, melainkan sebagai mitra yang aktif mendorong stabilitas kawasan.

Menjaga Hubungan di Tengah Dinamika Geopolitik

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk terus menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan Iran di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang. Langkah ini dinilai penting mengingat posisi Iran yang strategis di Timur Tengah serta perannya dalam berbagai isu global, mulai dari energi hingga keamanan regional. Dari Mashhad, delegasi Indonesia membawa pesan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya bersifat seremonial, melainkan didasari oleh kepentingan bersama yang konkret. Kehadiran pertama di makam Khamenei menjadi penanda bahwa Indonesia hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai sahabat yang turut merasakan duka dan menghormati sejarah panjang perjalanan bangsa Iran.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar