Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026, Buktikan Komitmen Transformasi Pelabuhan Berkelanjutan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 12:25 WIB
Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026, Buktikan Komitmen Transformasi Pelabuhan Berkelanjutan
PARADAPOS.COM - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tata kelola pelabuhan agar tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi utama daya saing industri. Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada Kamis, 16 Juli 2026, menekankan bahwa pengembangan Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah mengacu pada konsep Green Port sejak 2018.

Transformasi Menuju Green Port dan Konservasi Lingkungan

Rafli menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah diambil untuk mendukung transisi energi sekaligus menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional pelabuhan. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus, yang juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem energi bersih di kawasan perusahaan. Lebih dari itu, Pupuk Kaltim memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati. Saat ini, perusahaan mengembangkan area konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, serta menjaga keberadaan flora endemik Anggrek Hitam yang menjadi ikon konservasi. Kawasan operasional pelabuhan juga didukung oleh ruang terbuka hijau, yang tidak hanya menciptakan lingkungan kerja lebih sehat tetapi juga mendukung keseimbangan ekosistem di sekitar area industri. "Inisiatif ini juga bagian dari dukungan terhadap program direktif Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan," jelas Rafli.

Digitalisasi Pelabuhan Melalui Konsep Smart Port

Menurut Rafli, keberhasilan Green Port harus berjalan beriringan dengan transformasi digital agar pelayanan semakin cepat, transparan, dan andal. Untuk itu, Pupuk Kaltim mengembangkan konsep Smart Port melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi secara menyeluruh. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah iPortlog, sebuah aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Melalui aplikasi ini, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time—mulai dari aktivitas bongkar muat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, hingga indikator kinerja operasional dan pengapalan. Dashboard monitoring yang terintegrasi memungkinkan manajemen memperoleh data operasional secara cepat dan akurat, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif dan koordinasi antar unit kerja meningkat. "Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan," ungkap Rafli.

Keselamatan dan Standar Internasional sebagai Prioritas

Seluruh transformasi yang dilakukan tetap menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama. Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan risiko yang sistematis, serta pelaksanaan latihan tanggap darurat secara berkala. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian agar seluruh aktivitas pelabuhan berjalan aman dan andal. "Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mempercepat transformasi Green and Smart Port guna mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. Kami memastikan Terminal Khusus Pupuk Kaltim tidak hanya menjadi pelabuhan kelas dunia, tapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," tambah Rafli.

Pengakuan Melalui Penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026

Atas komitmen tersebut, Pupuk Kaltim meraih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026 dengan predikat Terbaik Bintang 5 dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam menerapkan tata kelola pelabuhan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, serta keselamatan operasional. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Acara tersebut berlangsung pada puncak Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur. "Penghargaan ini hasil dari komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan," ucap Rafli. Dudy menambahkan bahwa Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi tonggak penting dalam transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah mendorong implementasi Gerakan ASRI tidak hanya di sektor pelabuhan, tetapi juga seluruh moda transportasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi nasional. "Apa yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu milestone sangat penting dan kami harap pelabuhan lain dapat segera mengikuti Gerakan ASRI. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, implementasi gerakan ini ke depan tidak hanya mencakup sektor transportasi laut, tapi juga berbagai moda transportasi lainnya," ujar Dudy. Sementara itu, Zulkifli menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional. Tantangan logistik ke depan, menurutnya, tidak bisa lagi dihadapi dengan cara konvensional, melainkan melalui transformasi bertahap untuk memperkuat daya saing. Hal ini termasuk dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk untuk penguatan sektor pangan nasional. "Dari upaya ini, pelabuhan tidak hanya menjadi infrastruktur logistik, tapi juga pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan. Dimana pelabuhan turut menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, serta menjaga stabilitas pangan," terang dia.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar