paradapos.com - Ajang debat calon wakil presiden yang akan diselenggarakan pada 22 Desember 2023 mendatang, mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena adu gagasan dari ketiga calon wakil presiden yang akan terlibat dalam ajang tersebut, tetapi juga performa dari masing-masing calon.
Memiliki berbagai latar dan pengalaman berbeda, debat calon wakil presiden banyak disebut akan menjadi hiburan menyenangkan.
Bersanding melawan dua politisi dan figur-figur kenamaan semisal Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD yang dianggap mumpuni, penampilan Gibran menjadi hal paling dinanti.
Namun demikian, tidak sedikit pula kalangan yang menilai adu debat cawapres merupakan salah satu bentuk dari gimmick politik.
Sehubungan dengan adanya sejumlah anggapan mengenai debat calon wakil presiden, tim pemenangan dari masing-masing kubu ikut buka suara.
Menurut Dahnil A. Simanjuntak selaku Jubir TKN Prabowo-Gibran, adanya sejumlah stigma kurang menyenangkan terkait kemampuan Gibran merupakan hal yang mengherankan.
Mengacu pada tema umum yang dihadirkan dalam debat perdana cawapres, Dahnil menilai Gibran sudah memiliki kemampuan otentik sebagaimana Prabowo Subianto.
Pengalaman-pengalaman yang dimiliki Gibran, menurut Dahnil akan mendatangkan banyak hal-hal positif bagi pasangan nomor urut dua.
“Mas Gibran sebagai Walikota, tentu punya pengalaman dan punya literasi terkait dengan ekonomi, apalagi Beliau anak muda yang dekat dengan kegiatan UMKM,” jelas Dahnil.
Baca Juga: Kamu Ekstrovert? Inilah 6 Jurusan Kuliah yang Cocok Untukmu, Dijamin Anti Sendirian!
Berbekal pengalaman di bidang UMKM dan industri kreatif serta memahami seluk-beluk pajak, Dahnil optimis kemampuan Gibran setara dengan Prabowo Subianto.
Mengangkat tema seputar ekonomi dan infrastruktur, pengalaman Mahfud MD yang sangat kental dengan nuansa hukum juga menjadi sorotan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com
Artikel Terkait
Kia Carens All New Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Mulai Rp319 Juta
ESDM Pastikan Kuota Penuh untuk PKP2B Generasi I dan BUMN, dengan Kompensasi DMO 30% di Awal Tahun
APJII: 229 Juta Warga Indonesia Sudah Terkoneksi Internet, Tantangan Literasi Digital Masih Mengintai
Polri Sita 30 Kilogram Sabu Senilai Rp54 Miliar di Banyuasin, Empat Tersangka Diamankan