Prabowo Soroti Ancaman Pencucian Uang dan Perdagangan Orang di KTT APEC 2025
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ancaman serius dari penyelundupan, pencucian uang, hingga perdagangan manusia dapat merusak stabilitas ekonomi global. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi pertama APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) di Gyeongju, Korea Selatan.
Bahaya Nyata bagi Perekonomian Global
Prabowo menyatakan bahwa bahaya penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan ancaman nyata bagi masa depan perekonomian dunia. "Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian," tegasnya dalam pertemuan pimpinan ekonomi APEC tersebut.
Indonesia Perangi Korupsi dan Bisnis Serakah
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan Indonesia sedang berjuang melawan korupsi dan pebisnis serakah untuk menciptakan pertumbuhan yang adil. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Indonesia sebagai Penghubung Ekonomi Global
Dengan pengalaman dalam memerangi korupsi dan praktik bisnis tidak sehat, Indonesia siap berperan sebagai bridge builder antara ekonomi maju dan berkembang. Peran ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.
Perkuat Kerja Sama Multilateral
Prabowo mengajak seluruh anggota APEC untuk memperkuat kerja sama nyata di bawah semangat multilateralisme. Tujuannya adalah memastikan APEC dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat di kawasan Asia-Pasifik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Utusan Qatar, Bahas Investasi Rp65 Triliun dan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Laba Bersih BTN dan BSN Melonjak 54,37 Persen Jadi Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026
2.872 Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Telah Pulang, Kloter 09 Segera Menyusul
1.500 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel Sepanjang 2026, Muara Enim Catat Hotspot Tertinggi