Jokowi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Global Bloomberg, Siap Berpidato Bahasa Inggris di Forum 2025

- Minggu, 23 November 2025 | 04:50 WIB
Jokowi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Global Bloomberg, Siap Berpidato Bahasa Inggris di Forum 2025
Jokowi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy - Paradapos.com

Jokowi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat Global Bloomberg, Siap Berpidato Bahasa Inggris

PARADAPOS.COM - Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan kepercayaan tinggi dari komunitas global. Bloomberg New Economy secara resmi menunjuk Jokowi sebagai salah satu dari 22 anggota Dewan Penasihat Global.

Penunjukan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama Jokowi terlibat dalam forum bergengsi tersebut. Pertemuan Bloomberg New Economy tahun ini rencananya digelar pada 19–21 November 2025 dengan mengusung tema utama “Thriving in an Age of Extremes.”

Yang tak kalah penting, Jokowi juga untuk pertama kalinya diundang untuk menyampaikan pidato utama dalam ajang yang mempertemukan para tokoh puncak dari dunia ekonomi, politik, dan teknologi ini. Kehadiran mantan presiden Indonesia ini langsung menyedot perhatian, terutama karena ia memilih untuk menyampaikan pidatonya secara penuh dalam bahasa Inggris.

Momen Pembuktian Jokowi di Mata Internasional

Pengamat politik Adi Prayitno memberikan analisanya terkait penampilan Jokowi di panggung global ini. Menurutnya, momen ini merupakan sebuah panggung pembuktian bagi Jokowi di hadapan publik internasional.

“Yang ingin saya coba highlight sepertinya Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa dia yang selama ini dipersepsikan agak kurang fasih bahasa Inggrisnya di berbagai forum, ternyata juga bisa berbahasa Inggris. Itu ajang sebagai pembuktian,” ujar Adi dalam kanal YouTube miliknya, Minggu (23/11/2025).

Adi lebih lanjut menjelaskan bahwa selama sepuluh tahun menjabat sebagai presiden, penampilan Jokowi di kancah global kerap menjadi sorotan dan bahan perbincangan.

“Selama ini, sepanjang jadi Presiden, Jokowi selalu dipersepsikan sebagai orang yang kehadirannya di forum internasional cukup tidak terlampau signifikan dan bahkan bahasa Inggrisnya dalam banyak hal seringkali dikritik,” tambahnya.

Oleh karena itu, keputusan Jokowi untuk tampil dan berpidato resmi dalam bahasa Inggris di forum Bloomberg New Economy dinilai sebagai sebuah bentuk penegasan. Ini adalah bukti bahwa ia mampu tampil setara dan sejajar dengan para pemimpin dunia lainnya.

“Kalau bicara tentang Jokowi, jangankan hadir ke forum internasional. Jadi apa pun terkait dengan Jokowi pasti menjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak berkesudahan,” pungkas Adi Prayitno.

Dengan penunjukan dan undangan pidato ini, Jokowi kembali menegaskan posisinya sebagai figur yang diperhitungkan dalam percakapan dan kebijakan ekonomi global, bahkan setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar