Sjafrie Sjamsoeddin Bukan New Luhut: Analisis Perbedaan Kiprah dan Tupoksi Menteri Pertahanan

- Rabu, 10 Desember 2025 | 22:50 WIB
Sjafrie Sjamsoeddin Bukan New Luhut: Analisis Perbedaan Kiprah dan Tupoksi Menteri Pertahanan
Sjafrie Sjamsoeddin: New Luhut atau Menteri Pertahanan yang Berbeda? - Analisis Kiprah

Sjafrie Sjamsoeddin Bukan "New Luhut", Ini Penjelasan Pengamat Geopolitik

Kiprah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto kerap menarik perhatian publik. Banyak yang menyamakan perannya dengan sosok Luhut B. Panjaitan di era pemerintahan Joko Widodo, hingga muncul julukan "New Luhut".

Namun, benarkah perbandingan tersebut akurat? Pengamat geopolitik Anton Permana memberikan pandangan yang berbeda.

Perbedaan Mendasar Sjafrie Sjamsoeddin dan Luhut B. Panjaitan

Menurut Anton Permana, terdapat perbedaan mendasar antara kedua menteri tersebut. "Kalau Pak Luhut dulu kan khusus mencari cuan, ya industri, perkebunan. Tapi kalau Pak Sjafrie ini terus-terus sebagai tukang cuci piring," ujarnya dalam kanal YouTube Refly Harun, Rabu (10/12/2025).

Anton menjelaskan bahwa Luhut kerap ditunjuk memimpin satgas atau koordinasi proyek strategis ekonomi. Sementara, Sjafrie lebih banyak menangani berbagai persoalan yang muncul, mulai dari demonstrasi, konflik sumber daya alam, hingga bencana.

Contoh Kiprah dan Tanggung Jawab Sjafrie Sjamsoeddin

Anton mencontohkan sejumlah peristiwa yang melibatkan Sjafrie:

  • Penanganan demonstrasi mahasiswa 25 Agustus.
  • Masalah pertambangan timah di Bangka Belitung.
  • Penanganan banjir di Aceh.
  • Persoalan di Bandara Morowali.

"Banyak yang beranggapan, ini kok Pak Sjafrie semuanya mau diambil. Mungkin ada traumatik Luhut atau mungkin juga tendensius yang lain," jelas Anton.

Tupoksi Menteri Pertahanan sebagai Landasan

Anton Permana menegaskan bahwa yang dilakukan Sjafrie sejatinya adalah menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Menteri Pertahanan. Tugas tersebut mencakup tiga hal utama:

  1. Melindungi kedaulatan negara.
  2. Mencegah ancaman terhadap keutuhan wilayah.
  3. Menjaga keselamatan masyarakat.

"Apa yang dijalankan oleh Sjafrie tertuang dalam tupoksi menteri pertahanan. Sebagai contoh masalah Bangka-Belitung, masalah IMIP yang paling viral, beliau tetap berbicara hal normatif kedaulatan, memang kewajibannya," pungkas Anton.

Dengan demikian, meski terlihat menangani banyak hal di luar bidang militer konvensional, aktivitas Sjafrie dinilai masih berada dalam koridor tugasnya untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional secara menyeluruh.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar