Retret Kabinet Prabowo 2026 di Hambalang: Evaluasi Kinerja dan Uji Loyalitas Menurut Analis

- Rabu, 07 Januari 2026 | 01:25 WIB
Retret Kabinet Prabowo 2026 di Hambalang: Evaluasi Kinerja dan Uji Loyalitas Menurut Analis
Retret Kabinet Prabowo 2026: Evaluasi dan Uji Soliditas Koalisi

Retret Kabinet Prabowo 2026: Fokus Evaluasi dan Uji Soliditas Koalisi

Pelaksanaan retret atau pembekalan kepemimpinan jilid dua bagi anggota Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang, Selasa, 6 Januari 2026, mendapat sorotan dari analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Berbeda dari retret pertama di Akademi Militer Magelang, Hensat menilai retret kedua ini lebih fokus pada evaluasi kinerja kabinet dan pengujian soliditas koalisi untuk menyambut tahun 2026.

"Ada dua menurut saya. Yang pertama, memang untuk melakukan evaluasi kabinet, terutama di tahun baru, yaitu sekaligus menguji loyalitas kabinet juga. Tapi yang terpenting adalah bagaimana Pak Prabowo mengkonsolidasi kabinetnya lagi, untuk menyambut 2026, karena di tahun ini bukan tahun yang mudah juga," ujar Hensat.

Tanggapan atas Pernyataan Presiden tentang Ejekan

Hensat juga menyoroti pernyataan Presiden yang menyebut ejekan sebagai penghargaan. Ia menilai pendekatan tersebut perlu dikaji ulang agar masukan kritis masyarakat dapat menjadi bahan perbaikan yang konstruktif.

"Memang tergelitik kita bahwa dianggapnya ejekan itu adalah sebuah penghargaan, padahal belum tentu bahwa masukan kritis dari masyarakat seharusnya diterima sebagai masukan untuk memperbaiki, bukan dimaksudkan mengejek," kata Hensat.

Seruan untuk Perubahan Paradigma Kepemimpinan

Lebih lanjut, Hensat menyarankan agar kepemimpinan mulai bergeser dari sekadar mendeskripsikan kondisi bangsa ke langkah nyata menggerakkan perubahan, terutama dalam menangani isu ekonomi rumah tangga dan gelombang PHK.

"Bagaimana menggerakkan keadaan itu? Tentu saja dengan mengubah apa yang terjadi hari ini di masyarakat. Tentang ekonomi keluarga misalnya, tentang PHK yang masih saja terus berlangsung," katanya.

Apresiasi untuk Fokus Penanganan Bencana

Di sisi lain, Hensat mengapresiasi penekanan Presiden pada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dinilai mampu menenangkan publik yang menantikan tindak lanjut pemerintah.

"Nampaknya presiden banyak sekali menyoroti tentang rekonstruksi dan rehabilitasi bencana... Dan itu sangat baik sekali disampaikan dan tentu saja menenangkan," ujar Hensat.

Makna di Balik Guyonan dan Kata "Solid"

Hensat juga menyoroti penggunaan kata "solid" dan guyonan Presiden tentang PKB yang viral. Founder lembaga survei Kedai Kopi itu memaknainya sebagai bentuk kelakar yang justru bertujuan memperkuat konsolidasi internal kabinet.

"Saya rasa ya itu pertanyaan guyonan yang wajar ya. Tapi kalau ditanya kemudian apakah loyalitas kabinet Pak Prabowo terjaga, saya rasa ini baru masuk ke tahun ke-2 atau ke-3 awal ya, saya rasa belum ada yang berani mbalelo," jelasnya.

Menurutnya, guyonan tersebut pada akhirnya justru berfungsi untuk mempererat barisan kabinet. "Tapi yang jelas menurut saya itu guyonan berbentuk kelakar yang sebetulnya justru memperkuat kabinetnya Pak Prabowo itu sendiri," tandas Hensat.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar