Roy Suryo Paparkan Dugaan Ciri Fisik Ijazah Palsu Jokowi ke Penyidik

- Rabu, 25 Februari 2026 | 15:50 WIB
Roy Suryo Paparkan Dugaan Ciri Fisik Ijazah Palsu Jokowi ke Penyidik
Roy Suryo Tegaskan Dugaan Ketidakaslian Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya

PARADAPOS.COM - Roy Suryo, tersangka dalam laporan dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali mengemukakan analisisnya. Dalam pertemuan dengan penyidik di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2026), pria yang dikenal sebagai pemerhati dokumen digital dan telematika itu secara rinci memaparkan sejumlah perbedaan fisik yang ia anggap sebagai indikasi ketidakaslian pada salinan ijazah yang menjadi bahan perdebatan publik.

Klaim 99,9 Persen Palsu Berdasarkan Ciri Fisik

Dengan membawa contoh perbandingan, Roy Suryo berargumen bahwa ijazah asli keluaran Universitas Gadjah Mada (UGM) pada periode tertentu memiliki karakteristik keamanan fisik yang khas. Menurut pengamatannya, ciri-ciri tersebut tidak ditemukan pada dokumen yang ia periksa.

Ia dengan tegas menyatakan keyakinannya akan tingkat kepalsuan dokumen tersebut. "Kita berjuang lagi bersama demi menegakkan kebenaran dan kita menunjukkan kepalsuan 99,9 persen ijazah itu palsu," tuturnya.

Watermark dan Emboss Jadi Penanda Kunci

Roy kemudian menjabarkan dua elemen keamanan utama yang menjadi fokus klaimnya: watermark dan cetakan timbul atau emboss. Ia mendemonstrasikan perbedaan yang menurutnya sangat mencolok antara dokumen acuan dan dokumen yang disoalkan.

"Kalau kita lihat ijazah asli itu jelas betul tuh ada watermark-nya tuh: Universitas Gadjah Mada, Gadjah Mada University. Jelas betul ada emboss, bukan embus," jelasnya dengan menunjukkan contoh yang ia bawa.

Kritik untuk Metode Verifikasi yang Dianggap Keliru

Tak hanya itu, Roy Suryo juga menyoroti aspek teknis lain yang sering luput dari perbincangan publik, yaitu soal penempatan stempel. Ia mengkritik metode verifikasi yang menurutnya tidak cermat dalam memperhatikan detail prosedural ini.

Dengan nada skeptis, ia membandingkan kedua dokumen. "Lalu lintasan stempelnya juga ada. Beda banget nih lihat, tuh, dengan yang disebut-sebut ijazah. Nggak ada watermark-nya, nggak ada emboss-nya, capnya juga tidak melintasi fotonya," pungkasnya.

Pernyataan-pernyataan Roy Suryo di Polda Metro Jaya ini kembali memantik perhatian terhadap kasus yang telah berlarut-larut. Klaimnya yang didasarkan pada observasi fisik dokumen menambah dimensi baru dalam perdebatan yang selama ini lebih banyak berkutat pada ranah hukum dan administrasi. Namun, kebenaran dari klaim tersebut tentu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyidikan yang sedang berjalan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar