PARADAPOS.COM - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) angkat bicara soal ancaman dan intimidasi yang menimpa tokoh reformasi Amien Rais. Melalui siaran pers bertajuk "Menolak Ancaman, Menjaga Demokrasi", kampus ini menyerukan pentingnya menjaga demokrasi yang damai dan beradab. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMMAT, Dr. Erwin, M.Pd., menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dibungkam oleh ancaman ataupun rasa takut. Menurutnya, setiap warga negara, termasuk Amien Rais, memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik dan pandangan di ruang publik.
Demokrasi dan Keberanian Menyampaikan Kebenaran
Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, pernyataan tegas dari akademisi ini menjadi penyejuk. Dr. Erwin mengingatkan bahwa demokrasi sejati lahir dari keberanian, bukan dari ketakutan. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah nafas dari kehidupan berdemokrasi.
"Demokrasi tidak lahir dari ketakutan, tetapi dari keberanian menyampaikan kebenaran," tegas Dr. Erwin, kemarin.
Intimidasi: Luka bagi Demokrasi
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa segala bentuk intimidasi terhadap kritik dan pandangan politik dinilai dapat mencederai semangat demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Ancaman, menurutnya, bukanlah jawaban atas perbedaan sikap politik. Sebaliknya, argumentasi dan gagasanlah yang seharusnya dikedepankan.
Seruan untuk Dialog yang Sehat
Dr. Erwin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjunjung etika dalam berdemokrasi. Ia mendorong mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ruang demokrasi yang damai, kritis, dan bermartabat.
"Kami mengajak mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ruang demokrasi yang damai, kritis, dan bermartabat," serunya.
Melalui sikap ini, UMMAT berharap demokrasi Indonesia tetap tumbuh dalam suasana yang menghargai kebebasan berpikir, kebebasan berbicara, dan penghormatan terhadap hak asasi setiap warga negara.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD