PARADAPOS.COM - Penangkapan pengamat telematika Roy Suryo dan aktivis Dokter Tifa oleh Kepolisian dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo menuai kritik tajam dari publik. Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai langkah hukum tersebut justru memperburuk citra institusi penegak hukum di mata masyarakat. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, karena penanganan kasus ini dinilai menimbulkan kesan bahwa Kepolisian masih berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Jokowi.
Kritik terhadap Langkah Kepolisian
Menurut Muslim Arbi, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi sejatinya masih menjadi perdebatan di ruang publik. Alih-alih menyelesaikan persoalan secara terbuka, langkah represif berupa penangkapan justru diambil. Ia membandingkan situasi ini dengan sikap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani yang pernah diragukan keaslian ijazahnya.
"Padahal kasus laporan Jokowi ini. Keberadaan ijazahnya saja masih terjadi perdebatan. Ijazah Jokowi itu jika benar asli tirulah seperti Hakim MK Arsul Sani yang diragukan keasliannya. Arsul Sani langsung tunjukkan ke publik dan persoalan selesai. Tidak perlu melaporkan pihak-pihak yang menuduh ijazahnya diragukan," ujarnya di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinilai Kooperatif
Lebih lanjut, Muslim Arbi menyayangkan penangkapan terhadap kedua tokoh tersebut. Ia menilai, selama proses hukum berlangsung, Roy Suryo dan Dokter Tifa menunjukkan sikap kooperatif. Oleh karena itu, ia mempertanyakan urgensi penangkapan yang dilakukan.
"Dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini patut disesalkan. Karena berduanya kooperatif selama ini. Jadi Kepolisian supaya tidak dianggap masih di bawah kendali Jokowi segera saja bebaskan Roy dan Tifa," pungkasnya.
Evaluasi Kinerja Kapolri
Muslim Arbi menegaskan bahwa sudah saatnya Presiden Prabowo melakukan evaluasi terhadap Kapolri. Menurutnya, penanganan kasus yang menuai kontroversi ini menjadi indikator bahwa institusi kepolisian perlu segera berbenah agar kepercayaan publik tidak terus tergerus.
"Sudah saatnya Kapolri dievaluasi oleh Presiden Prabowo dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini. Seolah Kepolisian masih di bawah kendali Jokowi," katanya.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PDIP: Kritik Partai Koalisi soal Posisi di Luar Kabinet Tak pada Tempatnya
Sidang Korupsi Impor Blueray Cargo Ungkap Dugaan Aliran Dana ke BPOM dan Kemendag
Harta Zita Anjani Melonjak 1.000 Persen dalam Dua Tahun, Publik Desak Penelusuran KPK
Demokrat Desak PDIP Perjelas Sikap Politik: Oposisi atau Pendukung Pemerintahan Prabowo?