PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi terjun langsung dalam perjuangan politik yang benar dan berintegritas.
“Kalau kita menjauhi politik, terutama jika anak muda semakin menjauhi politik, maka jangan salahkan jika politik dikuasai oleh mereka yang tidak bertanggung jawab, tidak punya integritas, bahkan oleh mereka yang jahat,” ujar AHY di acara Biru Muda Project di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat malam (2/5/2025), dalam keterangan persnya Minggu (4/5/2025).
Menurut AHY, politik tidak sekadar karena kekuasaan, tapi ruang pengabdian yang luas. Ia mencontohkan perjalanan beberapa tokoh yang hadir, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah yang merupakan sahabat lamanya sejak di akademi militer.
“Pengabdian di dunia militer itu mulia, tapi politik juga jalan pengabdian. Front-nya lebih luas, tantangannya lebih kompleks. Di politik, kita tidak hanya menghadapi musuh yang jelas, tapi juga harus cerdas memilah mana kawan sejati dan mana yang hanya penuh kepentingan,” katanya.
AHY menyinggung realita bahwa banyak anak muda masih skeptis terhadap politik karena citra buruk yang kerap melekat. Namun, ia menekankan bahwa justru karena alasan itu, generasi muda harus berani ambil bagian dan memperjuangkan nilai-nilai yang baik.
“Kalau masih ada nilai baik dalam diri kita, niat baik untuk masyarakat dan bangsa, maka jangan ragu. Bergabunglah, berjuanglah dalam politik. Tapi lakukan dengan benar. Politik yang benar,” tuturnya.
AHY juga mendorong anak muda agar lebih fokus pada masa depan, termasuk pengembangan sektor ekonomi kreatif, yang dimana ada 17 subsektor ekonomi kreatif dan menjadi masa depan Indonesia. Hal tersebut sesuai Asta Cita Presiden Prabowo yang peduli terhadap generasi muda mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Dokter Tifa Dukung Prabowo Penuh Hingga 2029, Justru Minta Gibran Dimakzulkan
Hendrajit: Reformasi Jilid II Perlu Evaluasi Mendalam, Bukan Sekadar Ulang Skenario Lama
Tangisan Kepala BGN di Podcast Picu Gelombang Kritik, Warganet Kaitkan dengan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dikecam Usai Beri Nama Sarkastis pada Kucing yang Dianggap Hina Prabowo