PARADAPOS.COM - DIREKTUR Eksekutif PARA Syndicate Virdika Rizky Utama mengatakan Presiden Prabowo Subianto sedang ketakutan ketika meminta masyarakat untuk percaya dengan pemerintah yang dipimpinnya. Menurut Virdika, permintaan itu merupakan perintah Prabowo yang lahir dari ketakutan karena pemerintahannya sedang goyah.
"Prabowo tahu publik sedang marah, sedang bertanya, sedang menuntut. Dia takut kalau kemarahan itu berubah jadi delegitimasi," ujar dia saat dihubungi pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Menurut Virdika, kepercayaan masyarakat tidak bisa diminta. Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui pengakuan kesalahan dan transparansi. Namun, Prabowo justru memberikan narasi stabilitas. "Stabilitas yang dipaksakan itu rapuh banget. Dia berdiri di atas pengendalian narasi, bukan pengakuan realitas," ujar dia.
Virdika merasa terganggu dengan cara Prabowo menyampaikan belasungkawa. Prabowo mengaku kecewa dan terkejut atas tragedi pengemudi ojol dilindas rantis Brimob. Menurut Virdika, Prabowo seharusnya meminta maaf karena gagal melindungi warganya.
"Permintaan maaf adalah bentuk paling dasar dari tanggung jawab. Tapi Prabowo tidak memilih itu. Dia memilih untuk tetap berada di posisi netral, seolah-olah dia hanya pengamat, bukan pelaku," kata dia.
Bagi Virdika, belasungkawa tanpa maaf itu kosong. Bila tidak meminta maaf maka Prabowo sedang menolak untuk mengakui bahwa ada yang rusak secara struktural.
"Hal itu berbahaya. Karena kalau negara tidak bisa mengakui kesalahan, maka kekerasan akan terus jadi bagian dari cara kerja, " kata dia.
Prabowo sebelumnya mengimbau masyarakat waspada terhadap kelompok yang ingin situasi tetap kaos atau kacau. Dia meminta masyarakat percaya kepada pemerintah.
"Saya mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada terhadap unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin kaos," kata dia dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, 29 Agustus 2025.
Prabowo juga tidak meminta maaf atas tragedi pengemudi ojek online dilindas rantis Brimob saat berlangsungnya demonstrasi kemarin. Dia hanya menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas peristiwa itu.
Prabowo mengaku kaget dan kecewa dengan tindakan petugas tadi malam. Dia sudah memerintahkan untuk mengusut tuntas kasus itu. "Harus juga transparan," kata dia.
Prabowo juga meminta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Bila ditemukan melanggar aturan, Prabowo akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan meninggal akibat dilindas kendaraan taktis atau rantis milik Brimob Polda Metro Jaya. Insiden ini terjadi saat polisi menghalau massa demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas kejadian itu. Ia menyebut musibah ini akan menjadi evaluasi untuk kepolisian dalam bertugas. “Kami akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi. Saya minta maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojek online atas musibah yang terjadi,” ucap Sigit di depan ruang jenazah RSCM pada Jumat dini hari.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Ahmad Sahroni Dikabarkan Kabur ke Singapura, di Tengah Ramainya Aksi Demo
HEBOH Pengakuan Anak Mantan Pejabat: Kami Bodo Amat Bapak Didemo, Uang Ratusan Juta Ngalir!
IMM Bongkar Skenario Busuk di Balik Ricuh Demo DPR: Ada Upaya Cuci Tangan?
Massa Terbirit-birit Dipukul Mundur di Bawah Hujan Gas Air Mata