Soeharto Pahlawan? PDIP Menolak, Tapi Apa Dosa Mahasiswa 98 Disebut Penjahat?

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:50 WIB
Soeharto Pahlawan? PDIP Menolak, Tapi Apa Dosa Mahasiswa 98 Disebut Penjahat?

PDIP Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ini Alasan dan Dampaknya

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara tegas menolak wacana pengangkatan mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Penolakan ini disampaikan menyusul usulan resmi dari Kementerian Sosial yang memasukkan nama Soeharto dalam daftar calon penerima gelar tersebut.

Alasan PDIP Menolak Soeharto Jadi Pahlawan

Politisi PDIP Guntur Romli menyatakan bahwa pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional akan menodai semangat Reformasi 1998. Menurutnya, langkah ini bertentangan dengan fakta sejarah dimana gerakan mahasiswa berhasil menggulingkan rezim Orde Baru karena praktik KKN dan pelanggaran HAM.

"Kalau Soeharto mau diangkat pahlawan, maka otomatis mahasiswa '98 yang menggerakkan reformasi dan menggulingkan Soeharto akan disebut penjahat dan pengkhianat. Ini tidak bisa dibenarkan," tegas Guntur Romli.

Dampak Pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan

Guntur memperingatkan bahwa pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto berpotensi membalikkan fakta sejarah mengenai berbagai peristiwa kelam masa Orde Baru. Beberapa peristiwa yang dimaksud antara lain:

  • Peristiwa 1965-1966
  • Penembakan Misterius (Petrus) 1982-1985
  • Peristiwa Talangsari 1989
  • Rumah Geudong 1989-1998
  • Penghilangan paksa 1997-1998
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Tragedi Trisakti dan Semanggi I-II
  • Pembantaian dukun santet 1998

PDIP Usulkan Nama Lain yang Layak

PDIP justru mengusulkan nama-nama lain yang dianggap lebih layak menerima gelar pahlawan nasional, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah. Kedua tokoh ini dinilai konsisten melawan ketidakadilan dan represi di masa Orde Baru.

"Karena melawan Soeharto dan Orde Baru, yang layak jadi pahlawan ya Gus Dur dan Marsinah. Soeharto tetap dengan fakta sejarah, mantan presiden yang digulingkan oleh gerakan reformasi 1998 karena KKN, otoriter, dan pelanggaran HAM berat," pungkas Guntur.

Proses Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah menyerahkan berkas berisi 40 nama calon penerima gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain Soeharto, nama Gus Dur dan Marsinah juga tercantum dalam daftar usulan tersebut.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, usulan ini merupakan hasil pembahasan selama beberapa tahun terakhir dan beberapa nama dinilai telah memenuhi syarat berdasarkan kriteria yang berlaku.

Sumber: Politisi PDIP Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, yang Layak Itu Gus Dur dan Marsinah

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar