CGS International Sekuritas Tanam 2.500 Bibit Mangrove untuk Dukung ESG dan Net Zero 2060
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), CGS International Sekuritas Indonesia, dengan dukungan penuh Bursa Efek Indonesia (BEI), melaksanakan penanaman mangrove secara serentak di lima provinsi. Program konservasi lingkungan ini menanam total 2.500 bibit mangrove di daerah pesisir yang tersebar di seluruh Indonesia.
Lokasi Penanaman Mangrove Serentak di 5 Provinsi
Kegiatan penanaman ini mencakup wilayah strategis di lima provinsi, yaitu:
- Tangerang, Banten (Pos AL Tanjung Pasir)
- Jawa Tengah (Pantai Mangunharjo)
- Jawa Timur (Wonorejo)
- Kalimantan Barat (Mempawah)
- Sulawesi Tenggara (Baubau)
Kontribusi pada Peta Jalan ESG dan Net Zero Indonesia 2060
Presiden Direktur CGS International Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi konkret dari peta jalan ESG perusahaan. Program ini sekaligus menjadi kontribusi aktif bagi target pemerintah Indonesia dalam mencapai nol emisi karbon (net zero emission) pada tahun 2060.
Manfaat Jangka Panjang dan Restorasi Ekosistem
Penanaman mangrove yang dilakukan secara berkala setiap tahunnya memberikan dampak positif yang berlapis, antara lain:
- Memperbaiki struktur tegakan dan kesehatan vegetasi pesisir
- Restorasi keanekaragaman hayati (biodiversitas) dan peningkatan populasi fauna khas
- Pembentukan diversifikasi ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan mangrove
- Pengurangan emisi karbon di atmosfer dalam jangka panjang
Program ini tidak hanya berfokus pada restorasi ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan terhadap ancaman abrasi pantai.
Kolaborasi Strategis dengan Seasoldier dan Monitoring Berkelanjutan
Melalui kolaborasi dengan organisasi lingkungan Seasoldier, CGS International Sekuritas memastikan keberlanjutan program. Founder & COO Seasoldier, Dinni Septianingrum, menyoroti pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) yang berkesinambungan untuk memastikan setiap bibit tumbuh dengan optimal dan memberikan manfaat ekologis maksimal.
Dinni juga mengingatkan bahwa meski Indonesia dikaruniai seperempat luas mangrove dunia, ancaman seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan polusi sampah tetap menjadi tantangan serius yang perlu diatasi bersama.
Kolaborasi antara CGS International Sekuritas Indonesia, BEI, dan Seasoldier ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi mangrove nasional serta meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian bumi untuk generasi mendatang.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat