Prajogo Pangestu Akuisisi SPBU Esso ExxonMobil di Singapura, Orang Terkaya Indonesia Perluas Bisnis
Prajogo Pangestu, orang terkaya di Indonesia, dikabarkan telah menyepakati pembelian jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi strategis ini dilakukan melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk, yang memperluas portofolio bisnisnya di negara-kota tersebut.
Rincian Akuisisi SPBU Esso oleh Chandra Asri
Transaksi akuisisi 60 SPBU Esso di Singapura ini dilaksanakan melalui anak perusahaan Chandra Asri di bidang kendaraan khusus. Proses akuisisi diperkirakan akan tuntas pada akhir tahun, menunggu persetujuan final dari regulator setempat. Langkah ini mengikuti kesuksesan Chandra Asri dalam mengakuisisi aset kilang dan petrokimia Shell di Singapura pada April lalu.
Profil dan Perjalanan Karier Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu, yang memiliki nama asli Phang Djoem Phen, memulai karier dari nol dengan latar belakang pendidikan terbatas. Setelah hanya menempuh pendidikan hingga SMP, Prajogo memulai karier sebagai sopir angkutan umum sebelum akhirnya memasuki industri perkayuan.
Dari Karyawan Menjadi Pengusaha Kayu Terbesar
Perjalanan bisnis Prajogo dimulai saat bergabung dengan PT Djajanti Grup pada 1969. Hanya dalam tujuh tahun, ia diangkat menjadi General Manager sebelum memutuskan mendirikan usaha kayu sendiri. CV Pacific Lumber Coy yang dibelinya menjadi cikal bakal Barito Pacific Timber, yang kemudian berkembang menjadi perusahaan kayu terbesar di Indonesia.
Ekspansi Bisnis ke Sektor Petrokimia dan Energi
Barito Pacific melakukan diversifikasi bisnis dengan mendirikan Chandra Asri Petrochemical dan Tri Polyta Indonesia, yang kini menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Ekspansi terus berlanjut dengan akuisisi Star Energy pada 2022 dan kerja sama strategis dengan Thaioil.
Posisi dan Kekayaan Prajogo Pangestu
Menurut Forbes, Prajogo Pangestu saat ini menduduki peringkat ke-46 orang terkaya dunia dengan kekayaan mencapai US$40,6 miliar atau setara Rp674,16 triliun. Akuisisi SPBU Esso ini semakin memperkuat posisinya sebagai pengusaha terkemuka di Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat