Hamdhani juga menekankan bahwa perusahaan sedang memacu pengembangan produk yang berkaitan dengan sistem pendinginan untuk baterai dan elektromotor. Sistem pendinginan dinilai sebagai salah satu elemen paling kritikal dalam kendaraan listrik, sehingga menjadi fokus utama pengembangan Astra Otoparts ke depan.
"Kendaraan listrik salah satu kritikalnya adalah sistem pendinginan. Kami sedang mempersiapkan untuk memproduksi terkait dengan itu," tegas dia.
Kerja Sama Global untuk Akselerasi Teknologi
Selain pengembangan internal, strategi AUTO melibatkan kerja sama dengan sejumlah mitra global yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang teknologi kendaraan listrik. Salah satu partnernya adalah produsen baterai litium ternama yang sudah memiliki pabrik di Jepang, serta produsen elektromotor.
"Ini akan menjadi potensi besar bagi kami ketika pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin besar," pungkas Hamdhani.
Kinerja Keuangan Kuartal III-2025
Hingga kuartal III tahun 2025, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan kinerja keuangan yang positif. Pendapatan bersih perusahaan tercatat sebesar Rp14,81 triliun, tumbuh 4,5% year-on-year (yoy). Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,57 triliun, naik 2,6% yoy. Total aset AUTO mencapai Rp23,02 triliun dengan liabilitas sebesar Rp6,49 triliun dan ekuitas sebesar Rp16,53 triliun.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat