KPK Didorong Periksa Jokowi & Luhut di Kasus Whoosh, Begini Kata Pakar Hukum

- Sabtu, 01 November 2025 | 09:25 WIB
KPK Didorong Periksa Jokowi & Luhut di Kasus Whoosh, Begini Kata Pakar Hukum
Kasus Whoosh: KPK Didorong Periksa Jokowi dan Luhut, Pakar Hukum: Semua Harus Diperiksa

Kasus Whoosh: KPK Didorong Periksa Jokowi dan Luhut, Pakar Hukum: Semua Harus Diperiksa

Pakar Hukum Pidana Universitas Airlangga (Unair), I Wayan Titib Sulaksana, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Menurutnya, korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang penanganannya juga harus luar biasa.

"Pada prinsipnya, korupsi adalah extraordinary crime oleh karena itu harus ditangani secara extraordinary crime," tegas Titib.

KPK Diminta Tidak Pandang Bulu, Periksa Siapa Saja

Titib menegaskan bahwa KPK memiliki kewenangan penuh berdasarkan undang-undang untuk memeriksa siapa pun yang terlibat, tanpa terkecuali. Pemeriksaan harus dilakukan bahkan terhadap tokoh penting seperti Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Komite Kereta Cepat, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi kereta cepat Whoosh, wajib diperiksa untuk diminta keterangannya. Tidak peduli Luhut, Jokowi atau siapapun," ujar Titib menegaskan.

Jokowi dan Luhut Bisa Jadi Tersangka Jika Ada Bukti Cukup

Titib menambahkan, jika dari hasil pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk Jokowi dan Luhut, ditemukan minimal dua alat bukti permulaan yang cukup, maka keduanya berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.

"Kalau dalam pemeriksaan ternyata ada dua alat bukti permulaan yang cukup, bisa ditingkatkan menjadi tersangka dan langsung ditahan. Korupsi adalah hostis humani generis. Musuh rakyat," tuturnya.

KPK Konfirmasi Penyelidikan Kasus Whoosh Sudah Berjalan

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi bahwa penyelidikan perkara dugaan korupsi proyek Whoosh telah dimulai sejak awal tahun 2025.

“Penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun, jadi memang ini masih terus berprogres,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Budi menjelaskan bahwa tim penyelidik telah memeriksa sejumlah pihak untuk mengumpulkan bukti. Namun, identitas pihak yang telah diperiksa, termasuk kemungkinan pemeriksaan terhadap Direksi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), belum dibeberkan kepada publik.

Bentuk Dugaan Korupsi Masih Didalami

Terkait bentuk dugaan korupsi, Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyelidikan masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk apakah terdapat markup anggaran, suap, atau gratifikasi dalam proyek kereta cepat Whoosh tersebut.

Ketika ditanya tentang potensi pemanggilan mantan pejabat tinggi seperti Jokowi, Luhut, atau Mahfud MD, Budi menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya bergantung pada kebutuhan proses penyelidikan.

"Nanti kita akan melihat kebutuhan proses penyelidikan perkara ini," pungkas Budi.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar