PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, kembali mengungkap dugaan keterlibatan partai politik dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam keterangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/2/2026), Noel memberikan petunjuk kriptik mengenai identitas parpol yang dimaksud, menyebutnya memiliki huruf 'K' dan terdiri dari tiga huruf.
Petunjuk Kriptik di Depan Pengadilan
Sebelum memasuki ruang sidang, Noel didesak wartawan untuk memperjelas pernyataan sebelumnya. Dengan hati-hati, ia menyempitkan petunjuknya. Jika sebelumnya hanya menyebut huruf 'K', kini ia menambahkan bahwa nama partai tersebut terdiri dari tiga huruf.
"Partai. Saya kerucutkan ya. Kemarin kan K. Sekarang tiga huruf," tuturnya kepada para awak media yang menunggu.
Enggan Beri Petunjuk Lebih Spesifik
Meski telah memberi dua petunjuk, Noel menahan diri untuk tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia menolak menjelaskan apakah tiga huruf itu merupakan singkatan, juga enggan memberikan petunjuk visual seperti warna lambang partai yang dimaksud. Sikap ini sepertinya sengaja diambil untuk menjaga proses hukum yang sedang berjalan.
"Jangan kasih tau warna lagi. Nanti semakin. Ikutin terus ikutin aja terus (persidangan)," lanjutnya, mengajak publik untuk mengikuti perkembangan kasus melalui jalur resmi persidangan.
Kaitan dengan Aliran Dana dan Latar Belakang Figur Tertentu
Lebih jauh, mantan pejabat tinggi Kemnaker itu mengaitkan dugaan keterlibatan partai tersebut dengan aliran dana dalam kasus ini. Alih-alih menyebut nama, Noel memberikan cara lain untuk menduga-duga, yaitu dengan melihat latar belakang seorang menteri perempuan yang terlibat.
"Ya pasti lah (aliran dana). Gini, menteri yang bu menteri siapa, tinggal lihat saja latar belakangnya. Saya gamau kasih tau ya," pungkasnya, menutup perbincangan dengan tegas sebelum akhirnya menjalani sidang.
Pernyataan Noel ini kembali menyulut spekulasi di tengah proses hukum yang tengah berlangsung. Pengamat hukum dan politik kini mencermati setiap perkembangan sidang, sambil mencoba mengartikan petunjuk-petunjuk terbatas yang diberikan oleh mantan wamenaker tersebut.
Artikel Terkait
KPK Perluas Penyidikan Aset Ridwan Kamil hingga Kemungkinan Luar Negeri
Pengamat Ragukan Efektivitas KPK Meski OTT Terus Berjalan
Tersangka Pencurian Emas Rp1,02 Triliun di Kalbar Dapat Tahanan Rumah dengan Alasan Kesehatan
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Suap Lahan Rp850 Juta