Vladimir Putin Lolos dari Serangan Drone Ukraina di Kediaman Dinasnya
Paradapos.com - Militer Ukraina dilaporkan melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyerang kediaman dinasnya menggunakan drone. Insiden serangan drone Ukraina ini terjadi tak lama setelah Presiden Volodymyr Zelensky bertemu mantan Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu (28/12/2025) untuk membahas perdamaian.
Ajudan Putin, Yuri Ushakov, mengonfirmasi kabar tersebut kepada media pada Senin (29/12/2025). Menurutnya, informasi serangan terhadap Putin ini telah disampaikan langsung oleh Putin kepada Trump dalam sebuah percakapan telepon.
"Vladimir Putin menarik perhatian rekannya, Donald Trump, terhadap fakta bahwa segera setelah putaran negosiasi yang dianggap sukses di Mar-a-Lago, rezim Kiev melancarkan serangan teroris menggunakan drone jarak jauh skala besar," jelas Ushakov, seperti dikutip dari Sputnik.
Lokasi dan Cara Serangan Drone ke Putin Digagalkan
Serangan drone tersebut ditargetkan ke kediaman dinas Presiden Rusia di wilayah Novgorod. Namun, upaya serangan udara Ukraina itu disebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Rusia yang memungkinkan Putin selamat dari serangan.
Respons Putin dan Ancaman Balasan Rusia
Dalam percakapan dengan Trump, Putin menyatakan bahwa serangan militer Ukraina terhadap kediamannya tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Meski mengancam akan membalas serangan terhadap Putin ini, Kremlin juga menegaskan komitmen Rusia untuk bekerja sama secara erat dan produktif dengan Amerika Serikat dalam upaya mewujudkan perdamaian di Ukraina.
Insiden serangan drone ke Novgorod ini memperkeruh situasi setelah pembicaraan damai dan memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan konflik Rusia-Ukraina serta dinamika hubungan AS-Rusia.
Artikel Terkait
Trump Klaim Rezim Iran Berubah dan Buka Sinyal Ambisi Kelola Bersama Selat Hormuz
Serangan Israel Tewaskan Personel Penjaga Perdamaian PBB dari Indonesia di Lebanon Selatan
IRGC Tetapkan Universitas AS dan Israel di Timur Tengah sebagai Target Militer
Serangan Rudal Iran Picu Ancaman Bencana Kimia di Beersheba