Hal ini memunculkan skenario transisi kekuasaan yang dikenal sebagai "Madurismo tanpa Maduro". Skema ini bertujuan menjaga kesinambungan rezim dengan hanya mengganti figur puncak, agar transisi berlangsung terkendali tanpa pembongkaran sistem secara menyeluruh.
Pernyataan Trump dan Tuduhan Pengkhianatan Internal
Keterlibatan AS menguat ketika Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Washington akan "mengelola" Venezuela melalui pemerintahan transisi yang dipimpin Delcy Rodriguez. Trump juga menyebut rencana masuknya perusahaan minyak AS ke Venezuela.
Tuduhan pengkhianatan internal semakin kencang disuarakan oleh mantan Wakil Presiden Kolombia, Francisco Santos Calderon. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Maduro "diserahkan" untuk ditangkap AS tanpa perlawanan, dengan Delcy Rodriguez sebagai aktor kunci.
Kesimpulan: Pergeseran Kekuasaan dari Kompromi Elite
Jika berbagai laporan ini benar, kejatuhan Maduro menandai babak baru politik Venezuela. Peristiwa ini bukan sekadar tumbangnya seorang presiden, melainkan hasil dari pergeseran kekuasaan yang lahir dari kompromi elite internal, negosiasi tertutup, dan kepentingan geopolitik global yang saling berkelindan.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Peringatkan Serangan: Analisis Lengkap Krisis
Rusia Kerahkan Kapal Perang Usai AS Sita Kapal Tanker Minyak: Analisis Eskalasi Ketegangan
AS Sita Dua Kapal Tanker Minyak Terkait Venezuela dan Rusia: Kronologi & Dampak Sanksi