Krisis Rial Iran: Nilai Tukar Anjlok ke Rp 0,015 & Penyebab Inflasi 43%

- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:50 WIB
Krisis Rial Iran: Nilai Tukar Anjlok ke Rp 0,015 & Penyebab Inflasi 43%

Rial Iran Rontok: 1 Rial Hanya Senilai Rp 0,015, Kurs ke Dolar AS Nol

Melemahnya mata uang rial Iran secara drastis memicu gelombang demonstrasi besar di negara tersebut sejak Desember 2025. Kondisi perekonomian yang memburuk menjadi pemicu utama aksi unjuk rasa tersebut.

Berdasarkan kurs pada Selasa, 13 Januari 2026, nilai 1 rial Iran sangat rendah, yaitu setara dengan hanya Rp 0,015. Bahkan, nilai tukar langsung 1 rial Iran terhadap dolar AS tercatat nol. Sebaliknya, untuk mendapatkan 1 dolar AS, diperlukan sekitar 1.137.500 rial Iran.

Rekor terendah pernah tercapai pada 6 Januari 2026, di mana 1 dolar AS setara dengan 1,4 juta rial Iran. Sebagai perbandingan, pada masa Revolusi Iran 1979, 1 dolar AS hanya setara dengan sekitar 70 rial.

Inflasi Mengganas: Rata-rata 43% Selama 8 Tahun

Data resmi Bank Sentral Iran mengungkap fakta mencengangkan: perekonomian Iran telah menghadapi inflasi tahunan rata-rata 43% selama delapan tahun terakhir. Angka ini sangat kontras dengan inflasi Indonesia yang pada 2025 berada di level 2,92%.

Akumulasi inflasi yang tinggi ini menyebabkan harga barang dan jasa melonjak lebih dari 17 kali lipat, yang secara efektif mengikis daya beli sebagian besar penduduk.

Halaman:

Komentar