AS & Israel Waspada Serangan Iran: Analisis Terkini Ketegangan Militer 2024

- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:00 WIB
AS & Israel Waspada Serangan Iran: Analisis Terkini Ketegangan Militer 2024

Di tengah pengerahan militer, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran justru ingin membuat kesepakatan dengan Washington. Dalam sebuah wawancara, Trump menyatakan situasi di Iran "berubah-ubah" dan menyebut Iran telah menghubungi beberapa kali untuk berunding.

Namun, klaim ini kontras dengan pengerahan "armada besar" AS ke kawasan tersebut. CENTCOM sendiri menyatakan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.

Iran: "Lebih Siap dari Sebelumnya"

Iran membalas dengan pernyataan keras. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya "lebih siap dari sebelumnya" untuk menanggapi setiap potensi serangan.

Baghaei menggambarkan situasi saat ini sebagai "perang hibrida," yang merujuk pada konflik sebelumnya dan aksi protes yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel. Ia menekankan bahwa serangan terhadap Iran akan memiliki konsekuensi regional yang luas.

Soliditas Militer Iran

Pimpinan militer Iran juga menegaskan kesiapan dan persatuan mereka. Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Ali Jahanshahi, menyatakan angkatan bersenjata akan bertindak sebagai satu kesatuan untuk mempertahankan negara "hingga titik darah penghabisan."

Pernyataan serupa datang dari Komandan Pasukan Darat Garda Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, yang menekankan bahwa sinergi di dalam militer Iran adalah aset berharga yang telah menggagalkan berbagai rencana musuh.

Dengan kesiapan militer di kedua sisi dan diplomasi yang berjalan paralel, ketegangan antara AS, Israel, dan Iran terus menjadi sorotan dunia dengan risiko eskalasi yang tidak boleh diabaikan.

Halaman:

Komentar